Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOBATAN tuberkulosis (TBC) yang menyeluruh di Indonesia harus konsisten diwujudkan sebagai bagian dari upaya melindungi setiap warga negara sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) nasional.
"Penanganan kasus TBC di tanah air harus benar-benar diperhatikan kesinambungannya, mengingat penyebaran dan dampaknya terhadap sosial dan ekonomi masyarakat yang terpapar cukup besar," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/4).
Saat ini dunia sedang menuju 'End TB Strategy' atau eliminasi tuberkulosis (TBC) di tahun 2030 dan Indonesia termasuk di dalamnya. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menargetkan dalam enam tahun mendatang Indonesia harus menurunkan rata-rata kasus dari 385 per 100 ribu penduduk menjadi 65 kasus saja per 100 ribu penduduk.
Baca juga : Kasus Tuberkulosis Anak Naik Dua Kali Lipat Dibanding 2021
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022 mencatat 10% kasus TBC dunia disumbang Indonesia (1,06 juta kasus), dengan jumlah kasus TBC resisten obat mencapai 31 ribu.
Menurut Lestari, catatan tersebut harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk kemudian ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat.
Pengobatan TBC, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, menuntut konsistensi hingga benar-benar sembuh, agar penderita tidak menularkan lingkungannya.
Baca juga : 65% Penyandang Disabilitas Dunia terkait Gangguan Pendengaran
Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, juga mendorong agar peningkatan pemahaman masyarakat terkait TBC harus segera dilakukan.
Sehingga, tambah dia, upaya pemerintah di tingkat pusat dan daerah untuk mengakselerasi proses pengobatan TBC yang menyeluruh dapat direalisasikan dengan baik.
Kesadaran masyarakat untuk menjalani pengobatan TBC hingga tuntas, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus terus dibangun sebagai bagian dari upaya membangun layanan pengobatan TBC yang menyeluruh.
Rerie sangat berharap upaya menekan angka kasus TBC di tanah air dapat mencapai target yang ditetapkan, sehingga potensi dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat juga dapat dihindari.
Karena, tambah Rerie, di era globalisasi yang menghadirkan berbagai tantangan saat ini, sangat membutuhkan dukungan pertumbuhan di sektor sosial dan ekonomi masyarakat yang lebih baik. (Z-10)
Pengembangan teknologi medis berbasis robotik terus menjadi pilar penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan modern.
Thalassemia disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu produksi rantai globin dalam hemoglobin.
Kepala Badan Medis dan Biologi Federal (FMBA) Rusia, Veronika Skvortsova, mengumumkan bahwa vaksin kanker Rusia, Enteromix, telah selesai diuji praklinis.
Tidak semua obat aman dikonsumsi tanpa aturan. Kesalahan dalam menentukan dosis, interaksi dengan obat lain, hingga efek samping yang kerap diabaikan bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
6 tips pola makan untuk pasien kanker yang mendukung pemulihan tubuh, meningkatkan daya tahan, dan menjaga kesehatan setelah pengobatan kanker.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras orangtua atau pelaku yang telah melakukan kekerasan dan menelantarkan anak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kemenkes mendukung rencana revitalisasi RSUD Kota Biak agar dapat berfungsi sebagai rumah sakit rujukan setara provinsi, dengan estimasi anggaran Rp13,5 miliar.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved