Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU kehidupan modern yang serba cepat menghadirkan berbagai tekanan hidup, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga ekspektasi sosial. Hal ini membuat masyarakat cenderung mengabaikan persiapan menghadapi risiko kesehatan jangka panjang.
Menurut data Kementerian Kesehatan, 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM), serangan jantung dan strok. Hal ini menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia.PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) sebagai perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi, menghadirkan produk asuransi penyakit kritis FWD Critical First Protection.
Chief of Agency FWD Insurance Ang Tiam Kit menyampaikan asuransi itu memberikan solusi perlindungan komprehensif atas penanganan medis yang diperlukan tanpa harus dibebani kekhawatiran finansial sehingga mereka dapat terus menjalani hidup berkualitas dan bebas dari rasa khawatir.
“Kehidupan masyarakat modern serba cepat sering membuat masyarakat mengabaikan risiko penyakit tidak menular yang berpotensi menjadi penyakit kritis. Di sisi lain, kemajuan hari ini merupakan hasil dari kreativitas dan aktivitas masyarakat yang demikian cepat," jelasnya.
"Untuk itu kami menyegarkan FWD Critical First Protection sebagai proteksi yang memberi kenyamanan dan membantu masyarakat mempersiapkan diri lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga,” kata Ang Tiam Kit, di Jakarta, Selasa (22/7).
Dia menjelaskan FWD Critical First Protection merupakan produk asuransi penyakit kritis yang memberikan proteksi sejak tahap awal terdiagnosis.
Sejumlah fitur unggulannya antara lain manfaat dasar hingga 100% uang pertanggungan yang memberikan perlindungan pada penyakit kritis, kerusakan organ, perawatan medis, kondisi kritis yang tidak dapat diobati hingga meninggal dunia.
Kemudian, manfaat tambahan hingga 100% uang pertanggungan untuk perlindungan pada deteksi penyakit kritis di tahap awal dan kerusakan organ, serta pilihan pengembalian premi untuk perlindungan hingga usia 65, 75, 85 tahun.
"Selanjutnya, usia masuk tertanggung dari 18 hingga 65 tahun, masa perlindungan satu tahun dan dapat diperpanjang otomatis, serta pilihan uang pertanggungan yang disesuaikan, mulai dari Rp250 juta hingga Rp2 miliar berdasarkan proses underwriting," terang Ang Tiam Kit.
Dia menambahkan nasabah juga berkesempatan mendapatkan layanan pasca klaim FWD Care Recovery Plan. Layanan ini hadir sebagai dukungan untuk nasabah mulai dari layanan mental konseling, konsultasi ahli gizi, hingga transportasi medis lokal, tanpa dikenakan biaya tambahan.
“Melalui FWD Critical First Protection, kami berkomitmen menghadirkan service excellence bagi nasabah sebagai upaya kami mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” tutup Ang. (H-2)
YAYASAN Stroke Indonesia (Yastroki), menyatakan korban dan kerugian strok dari tahun ke tahun meningkat. Kebijakan politik dibutuhkan berupa aturan yang mengharuskan semua rs
STROK masih menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan jangka panjang.
Selama satu dekade terakhir, terdapat peningkatan jumlah kasus strok usia muda sebesar 67%.
Edukasi bahaya merokok juga harus terus digencarkan, termasuk lewat aturan pencantuman peringatan bergambar pada 20% bungkus rokok, serta pembatasan iklan rokok di media.
SALAH satu area di rumah yang berbahaya ialah kamar mandi. Lantai kamar mandi yang sering basah dan menyebabkan lantai licin bisa membuat seseorang mudah terpeleset dan terjatuh.
Kemenkes mendukung rencana revitalisasi RSUD Kota Biak agar dapat berfungsi sebagai rumah sakit rujukan setara provinsi, dengan estimasi anggaran Rp13,5 miliar.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved