Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
STROK masih menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan jangka panjang. Dilansir dari laman Universitas Airlangga (Unair), strok iskemik merupakan kondisi ketika aliran darah ke area tertentu di otak terhenti akibat penyumbatan pembuluh darah. Ketika hal itu terjadi, sel otak akan kekurangan oksigen dan mati dalam hitungan menit. Karena itu, penanganan cepat menjadi kunci keselamatan pasien.
Untuk memahami lebih jauh bagaimana kerusakan otak terjadi pada strok iskemik, peneliti dari berbagai institusi di Indonesia melakukan studi eksperimental pada tikus. Dalam penelitian tersebut, mereka membuat hewan model strok dengan menyumbat pembuluh darah karotis komunis kiri (left CCA) pada tikus selama 60 dan 180 menit.
Setelah itu, peneliti menilai fungsi motorik serta perubahan yang terjadi pada sel-sel otak dan biomarker tertentu yang berhubungan dengan kerusakan otak. Tim peneliti menilai tiga indikator utama yaitu motorik, neuron, dan biomarker otak dalam daah.
Motorik merupakan kemampuan gerak dinilai memakai ladder rung walking test dengan sistem penilaian kesalahan kaki dalam melangkah dan akurasi penempatan kaki. Tikus yang mengalami strok menunjukkan lebih banyak kesalahan saat melangkah, terutama setelah 180 menit oklusi, yang berarti terjadi gangguan koordinasi gerak.
Neuron yakni pewarnaan jaringan otak memperlihatkan penurunan jumlah dan distribusi neuron pada tikus yang mengalami strok, dan yang paling parah pada kelompok 180 menit. Ini menegaskan bahwa semakin lama aliran darah terhenti, semakin banyak sel otak yang mati.
Biomarker otak dalam darah yaitu MMP-9 menandakan peradangan saraf, S100B menunjukkan kerusakan sel glia/astrocyte, dan GFAP menjadi indikator perubahan struktural dan aktivasi sel astroglia.
Ketiganya meningkat paling tinggi pada kelompok 180 menit. Hal ini menunjukkan kerusakan sawar darah otak, sehingga protein dari otak bocor ke dalam peredaran darah.
Selama ini, diagnosis strok sangat bergantung pada CT scan atau MRI yang tidak selalu tersedia, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini menunjukkan bahwa suatu saat nanti, uji darah bisa membantu mengenali strok lebih cepat dan lebih mudah. Namun, tentu masih diperlukan penelitian lanjutan pada manusia sebelum bisa diterapkan di rumah sakit.
(H-3)
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
Penanganan stroke harus dilakukan dengan cepat karena termasuk kondisi medis darurat yang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kecacatan permanen.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Minuman berenergi menjadi sorotan utama setelah sebuah studi kasus di Inggris mengungkapkan hubungan antara konsumsi berlebihan dan stroke ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved