Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Sikapi Strok, Butuh Kebijakan Pemerintah

Media Indonesia
18/1/2026 20:50
Sikapi Strok, Butuh Kebijakan Pemerintah
Peringatan HUT ke-37 ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Mayjen (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp. S.(Dok.Istimewa)

YAYASAN Stroke Indonesia (Yastroki), menyatakan, strok bukanlah penyakit. Jumlah korban dan kerugian dari tahun ke tahun meningkat. Kebijakan politik dibutuhkan berupa aturan yang mengharuskan semua rumah sakit memiliki fasilitas pertolongan,  pengobatan dan penanggulangan strok.

"Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan terus meningkatkan kepedulian berbagai  elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan serta pemulihan penderita," kata Ketua Umum  Yastroki Mayjen (Purn). Dr. dr. Tugas Ratmono, SpS, dalam peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Jl. Kramat Raya, Jakpus, Minggu' (18/01).

Menurutnya, ke depan selain terus merealisasikan  program pembagian bantuan  1000 kursi roda, juga  menggerakkan  aktivis berkompeten dalam pencegahan dan pertolongan. Targetnya sejuta orang pada lingkungan RT/RW  pedesaan serta perkotaan  se-Indonesia. 

Cara yang bakal ditempuh melalui pembentukan cabang Yastroki di berbagai daerah demi mewujudkan Indonesia ramah stroke.

RS Ramah Strok

Yastroki dalam kesempatan yang sama memberikan sertifikat penghargaan kepada pimpinan rumah sakit (RS) yang dinilai memiliki pelayanan ramah strok  dalam bentuk pertolongan, pengobatan dan pemulihan secara memadai  bagi korban atau penderita. 

Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS PON, RS Islam Cempaka Putih, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mandaya Kebon Jeruk, dan RSUD Pasar Minggu, Jaksel.

Warga masyarakat  diimbau Yastroki agar bersikap CERDIK guna mencegah bencana stroke. Kepanjangannya, C - cek kesehatan rutin. E - enyahkan asap rokok, R - rajin aktivitas fisik, D-diet seimbang, I - istirahat cukup dan  K - kelola stres.

Bebani Perekonomian

Kasus strok di Indonesia yang terus meningkat sangat membebani perekonomian. BPJS Kesehatan pada tahun 2022 menghabiskan sekitar Rp 2,8 triliun. Menyusul, rentang waktu tahun 2023 naik drastis hingga mencapai Rp 5,2 triliun. 

Jumlah sebanyak itu di luar beban ekonomi bagi   rumah tangga yang anggota keluarganya korban stroke. Selain tidak produktif juga butuh biaya perawatan sehari-hari. 

Persentase penderita dari jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 7 persen per 1000 jiwa. Naik menjadi  10,9 persen pada tahun 2018 dan  terus meningkat hingga kini. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya