Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM muslimin di seluruh penjuru dunia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan, bulan yang penuh berkah dan rahmat. Kaum Muslimin pasti menantikan bulan suci ini karena bulan ramadan membawa rahmat, ampunan, perlindungan, serta membawa kita semakin dekat dengan Ar Rahman dan Ar Rahiim.
Karena itu tak bisa dipungkiri bahwa bulan ramadan merupakan waktu tepat bagi kita melakukan introspeksi untuk melihat bagaimana kadar ibadah kita kepada Allah, serta bagaimana kadar kepedulian kita kepada sesama selama ini.
"Introspeksi di bulan suci menjadi momentum yang mampu mengubah kita menuju pribadi yang baik khususnya dalam menata hati dan mengendalikan hati untuk meraih keberkahan Ilahi," kata Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Serian Wijatno, di Jakarta, Rabu ( 20/3).
Baca juga : Jadwal Puasa Ramadan 2024, Ada 3 Tanggal Merah Selama Bulan Suci
Menjaga hati dan lisan, terlebih di bulan suci ramadan adalah sangat penting mengingat hal itu sudah disabdakan Rosulullah Sallallahu’Alaihi Wasallam yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasadmu, dan tidak pula kepada bentukmu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu, kemudian menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya” (H.R Muslim, no 2564).
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda yang diriwayatkan Imam Ahmad yang bersumber dari Anas bin Malik, yang artinya:
“Iman seseorang tidak akan lurus (benar) sebelum hatinya lurus.” (HR. Ahmad, no. 13079).
Baca juga : Doa Menyambut Ramadan, Baca ini Sesuai Sunnah Rasulullah
Dalam melaksanakan shaum atau puasa di bulan suci ramadan ini, lanjutnya,kita juga harus menaati adab-adabnya.
"Nah, salah satu adab berpuasa di bulan suci ini adalah menjaga lidah dan anggota tubuh dari perbuatan yang dzalim dan melanggar syariat. Lidah dan anggota tubuh lainnya dapat terhindar dari perbuatan dzalim jika hati kita terjaga dengan baik. Karena itu, hati yang terjaga baik akan menghasilkan lisan yang baik pula seperti terhindari kita dari kata-kata berdusta," papar H Serian Wijatno yang juga pengurus Dewan Mesjid Indonesia ( DMI ) Pusat.
Ia mengingatkan sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Al-Bukhari yang artinya;
Baca juga : Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Berbagi 2.023 Takjil Ramadan
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukannya, maka Allah tidak butuh jika ia meninggalkan makan dan minumnya.”
Ini bermakna utama bahwa puasa di bulan suci adalah ‘puasa’ dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, yaitu dengan cara menjaga lisan dari berkata buruk, ghibah, mencemooh, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika seseorang yang berpuasa tetap tidak bisa menjaga lisannya, maka pahala puasanya tentu menjadi kurang sempurna.
Dikatakan menjaga lisan dari perbuatan ghibah, namimah, dan sebagainya, merupakan suatu keniscayaan bagi umat Islam yang menginginkan pahala puasanya sempurna. Rasulullah SAW sendiri telah mewanti-wanti bahwa ghibah, namimah, berbohong, bisa menggugurkan pahala puasa. Beliau bersabda yang artinya;
Baca juga : Kreator Konten Vina Muliana Beberkan Kiat Tetap Produktif Selama Ramadan
“Lima hal yang bisa menggugurkan pahala orang berpuasa; membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR Ad-Dailami)
Selain itu, ia menambahkan ghibah merupakan perbuatan tercela yang dalam Al-Qur’an disebut pelaku gibah diumpamakan seperti orang yang memakan daging orang yang digibahinya. Allah SWT berfirman, yang artinya : “Janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat: 12).
Merenungi hadits dan pesan Al Quran tersebut diatas terbukti betapa pentingnya menata hati, menjaga hati agar lisan dan bagian tubuh lain terhindar dari perbuatan zalim. Karena hati yang jernih dan mulia membawa kita pada pribadi yang mulia pula baik dari tindakan maupun ucapan.
" Semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kita, menyembuhkan segala penyakit hati, dan menyabarkan hati kita," pungkas Serian.( Z-8)
Pelajari perjalanan spiritual dari Rajab hingga Ramadan. Temukan panduan praktis untuk tobat, persiapan diri, dan mencapai transformasi hidup yang berkelanjutan di bulan-bulan suci ini.
Menjelang puasa Ramadan 2024 baiknya melakukan banyak amalan untuk ibadah maupun kebaikan lainnya.
Tahun ini, Ruang Ngaji hadir dengan fitur baru yakni Live Ceramah, Fasih Arab dan Khatam Qur’an berhadiah umrah sebagai kelanjutan dari program tahun lalu.
Doa kamilin bisa diartikan sebagai pelengkap dan penyempurna shalat tarawih yang dapat meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT
Puasa qadha Ramadan hukumnya harus dibayar untuk siapa pun yang meninggalkannya saat bulan suci tahun lalu. Biasanya bagi perempuan puasa Ramadan akan bocor karena haid.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved