Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR dermatologi dan venereologi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Eko Prakoso Wibowo mengungkapkan bahwa gen Z rentan mengalami kulit gatal, salah satunya karena aktivitas mereka.
"Usia produktif mengharuskan mereka melakukan aktivitas yang tinggi di luar, belum lagi yang hobinya lari, bersepeda, keringat jadi lebih banyak sehingga menimbulkan kulit yang lebih gatal," kata Eko, dikutip Jumat (19/1)
Menurut Eko, faktor lain yang juga berkontribusi pada kondisi kulit gatal yakni paparan sinar matahari dan gaya hidup, termasuk kebiasaan menyantap makanan cepat saji, makanan berminyak, hidangan dengan indeks glikemik tinggi dan stres.
Baca juga: Gatal tidak Boleh Digaruk, Lalu Bagaimana?
Dia mengatakan gatal bukan hanya suatu kondisi yang tidak nyaman, namun juga merupakan salah satu gejala dari berbagai permasalahan kulit lainnya.
Berbagai kelainan kulit yang sering dia jumpai di klinik seperti eksim, infeksi jamur, dan akne vulgaris atau jerawat sering kali memunculkan gejala gatal.
"Cuaca panas dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga menyebabkan kambuhnya eksim tipe seboroik. Iritasi debu serta stres berlebih dapat menyebabkan dermatitis atopik. Juga beberapa jenis eksim lainnya seperti dermatitis kontak alergi dan neurodermatitis, juga diawali dengan gatal," jelas Eko.
Baca juga: Bentol Akibat Gigitan Kutu Busuk yang Meluas Pertanda Alergi
Terkait obat guna mengatasi gatal, menurut dia, dokter biasa memberikan obat golongan antihistamin. Terapi topikal dengan kandungan bahan kortikosteroid, urea, dan menthol juga dapat mengurangi gejala gatal.
Eko menambahkan pemberian obat-obatan bergantung dari penyakit yang dialami pasien. Contohnya, pada pasien dengan eksim direkomendasikan menggunakan produk tepat dengan kandungan ceramide, menghindari paparan sinar matahari yang terlalu lama, dan mandi menggunakan air yang tidak terlalu panas demi mengurangi gejala gatal yang dialami.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi dan venereologi Amelia Soebyanto mengatakan kerusakan kulit seperti gatal, yang salah satunya bisa disebabkan polusi udara bisa dicegah antara lain dengan rutin membersihkan kulit minimal dua kali sehari (mandi) dengan sabun yang lembut.
Dia juga menyarankan orang-orang menggunakan pelembab setelah mandi, lalu mengoleskan tabir surya serta jika perlu mengonsumsi suplemen sesuai dengan jenis dan tipe kulit.
"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi terpapar polusi seperti mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tak kalah penting," kata Amelia.
Dia mengingatkan orang-orang untuk tidak menganggap remeh gatal karena bila dibiarkan lama tanpa pengobatan, kondisi akan semakin parah, perlahan bisa mengganggu kualitas hidup penderitanya dan durasi pengobatan yang semakin panjang sehingga akhirnya berdampak pada sulitnya melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Oleh karena itu, imbuh Amelia, bila gatal tidak membaik dengan pengobatan awal yang diberikan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin agar mendapatkan pengobatan dan manajemen yang sesuai. (Ant/Z-1)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Polda Metro Jaya menetapkan dr. Richard Lee sebagai tersangka kasus perlindungan konsumen atas laporan Dokter Detektif (Doktif).
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Universitas itu nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan dokter, tetapi menaungi berbagai disiplin ilmu kesehatan.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved