Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pencegahan kekerasan terhadap anak harus mendapat perhatian serius semua pihak. Ini perlu dilakukan demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik di masa depan.
"Peningkatan kasus kekerasan terhadap anak ini berpotensi mengganggu proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional yang tangguh di masa depan," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/1).
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat jumlah kasus pengaduan kekerasan terhadap anak pada 2023 naik 30% jika dibandingkan dengan 2022. Sepanjang 2023 tercatat 3.547 kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan lokasi kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan keluarga 35%, lingkungan sekolah 30%, lingkungan sosial 23%, dan tidak disebutkan 12%.
Baca juga: Butuh Keteladanan dan Semangat Pembelajar untuk Antisipasi Tantangan di Masa Depan
Menurut Lestari, catatan dari Komnas PA tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Pasalnya, kekerasan terjadi di lingkungan yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap anak untuk tumbuh dan berkembang.
Para pemangku kepentingan, pemerintah dan masyarakat, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus mampu memformulasikan langkah tepat untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak. Kesiapan keluarga dan para tenaga pengajar di sekolah dalam mendidik anak, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah, harus benar-benar diwujudkan agar mampu mengakselerasi tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang unggul dan berdaya saing.
Baca juga: DPR Minta Bangkitkan Lagi Kesadaran Masyarakat untuk Cegah Penyebaran Covid-19
Menurut Rerie, pemerintah di tingkat pusat dan daerah harus segera mengambil langkah yang dibutuhkan agar kasus-kasus kekerasan terhadap anak tidak terus bertambah. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap semua pihak menunjukkan kepedulian dengan membangun sistem yang mampu mewujudkan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang setiap anak bangsa demi mewujudkan SDM nasional yang berdaya saing di masa depan. (Z-2)
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong dilakukan pencegahan terhadap terjadinya tindak kekerasan kepada anak secara berulang atau reviktimasi.
Hampir setengah anak di Indonesia mengalami kekerasan. Temukan fakta penting tentang perlindungan anak dan langkah untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
RIANTI Cartwright memilih merayakan Natal 2025 dengan cara sederhana bersama keluarga di rumah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Zendaya habiskan waktu libur akhir tahun bersama keluarga Tom Holland di London.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved