Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Fajar Setyawan mengimbau daerah untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah di masa Natal dan Tahun Baru 2024. Beberapa bencana yang perlu diwaspadai ialah banjir, banjir bandang, tanah longsor, gelombang tinggi dan banjir rob.
“Seluruh provinsi harus melaksanakan mitigasi dan kesiapan menyongsong Nataru yang dihadapkan dengan potensi bencana yang mungkin terjadi di daerahnya masing-masing,” kata Fajar dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (22/12).
Berdasarkan data BMKG, kondisi hujan di Indonesia diprediksi relatif normal. Namun, ada beberapa daerah yang sifat hujannya di atas normal, yakni sebagian Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Selatan, dan Papua Barat, Papua tengah dan Papua pegunungan.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Nataru
“Ini yang harus kita antisipasi, jangan sampai mendadak. Tingkatkan kesiapsiagaan banjir dan tanah longsor terutama di daerah dengan peluang hujan tinggi,” imbuh dia.
Selain itu, ia mengimbau seluruh daerah untuk menyelenggarakan apel kesiapsiagaan. Kepala daerah menerbitkan surat keputusan darurat baik siaga, tanggap darurat maupun transisi.
Baca juga: Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem di Libur Natal dan Tahun Baru
“Ini menjadi penting karena tanpa ini BNPB tidak punya akses masuk memberikan sumber daya kepada daerah ketika terjadi bencana. Sehingga kita tegaskan harus diterbitkan,” ucapnya.
BNPB pun meminta daerah segera melaksanakan mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya di penguatan tanggul dan lereng di pegunungan, normalisasi aliran air, penyiapan logistik dan makanan siap saji serta kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan.
”BNPB telah melakukan pendampingan posko di beberapa titik di wilayah prioritas seperti Lampung, Jawa Bali yang dibentuk oleh pemerintah daerah dengan membagi area wilayah yang dilalui jalur mudik libur Nataru,” pungkas dia. (Ata/Z-7)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Hngga kini, banjirasih mengenangi lima kecamatan di Kabupaten Lamongan. Antara loan, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved