Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memaparkan sejak 6 Desember 2023 sudah terjadi 55 kali gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, dan yang terbesar terjadi Hari Ini, 14 Desember 2023 pukul 06.35 WIB.
Diketahui Kabupaten Sukabumi tadi pagi duguncang gempa berkuatan M4,6 dengan episenter terletak pada koordinat 6.76 LS dan 106.53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 25 km barat laut Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 5 km.
"Gempa tersebut menjadi kewaspadaan bukan kepanikan. Sebagai kewaspadaan untuk antisipasi," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara daring, Kamis (14/12).
Baca juga: Gempa Sukabumi, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
Hasil monitoring BMKG sejak 6-14 Desember 2023 sudah terjadi gempa di sekitar episenter tersebut sebanyak 55 kali dengan magnitudo terbesar adalah M4,6 dan skala terkecil M1,7. Sementara yang dirasakan oleh warga sekitar yakni hanya 4 kali dengan kekuatan M3,0 hingga M4,6.
"Gempa susulan pun sudah terjadi 4 kali mulai dari M2,2; 2,4; dan 2,1. Wilayah tersebut memang sering terjadi gempa SWARM yang terjadi beberapa kali, artinya zona tersebut merupakan zona lebih rawan dari sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: Gempa Berpusat di Sukabumi, Terasa Hingga Depok
Dwikorita juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bawa gempa yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan geser yang diduga akibat aktivitas sesar aktif.
"Berdasarkan kajian BMKG ada 3 zona aktif gempa yang tercatat sejak 1 November 2023 hingga 14 Desember 2023. Zona aktivitas gempa di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang dan Nanggung Kabupaten Bogor telah terjadi 55 gempa dengan kekuatan terkecil M1,8 dan terbesar M4,6 menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan," jelas dia.
Zona Cianjur yang dikontrol oleh sesar/patahan Cugenang terjadi 12 kali gempa. Sebanyak 6 gempa di antaranya dirasakan berkekuatan M2,0 hingga M2,9. Zona patahan/sesar Garut Selatan (Garsela) yang memicu Gempa di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung sebanyak 8 kali dengan kisaran M2,1 hingga M2,7.
"Artinya memang di Jawa Barat sudah terjadi beberapa kali gempa yang merusak. Poin paling penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diharapakn menghindari bangunan yang rusak akibat gempa yang dkhawatirkan rawan roboh serta periksa kembali dan pastikan bangunan tidak ada kerusakan struktur akibat getaran gempa sebelum kembali masuk ke dalam rumah," pungkasnya.
(Z-9)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved