Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (14/12) pagi pukul 06.35 WIB. Gempa tektonik tersebut berkekuatan magnitudo 4,6.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan pusat gempa terletak pada koordinat 6.76 LS dan 106.53 BT, atau berlokasi di darat pada jarak 25 kilometer barat laut Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 5 kilometer.
"Jenis dan mekanisme gempa dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," jelas Hartanto melalui keterangan resmi, Kamis (14/12).
Baca juga: Gempa Berpusat di Sukabumi, Terasa Hingga Depok
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
"Masyarakat dihimbau supaya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandas Hartanto.
Adapun, gempa tersebut memiliki dampak getaran dengan Skala Intensitas III - IV MMI.
Baca juga: BMKG Deteksi Tiga Zona Aktif Gempa di Wilayah Jawa Barat, Ini Lokasinya!
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu pada siang hari, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik dan dinding berbunyi di Panggarangan, Bayah, Kalapanunggal, Cilograng, Bogor dengan skala Intensitas III MMI," tuturnya.
Getaran juga dirasakan sampai Ciputat, Tangerang Selatan, dengan Skala Intensitas II - III MMI. Kemudian di Palabuhan Ratu dengan Skala Intensitas II MMI. Rangkaian gempa berdasarkan monitoring sejak 6 Desember 2023 hingga 14 Desember 2023 pukul 06.35 WIB sudah terjadi sudah terjadi sebanyak 50 kali di lokasi yang berdekatan.
(Z-11)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved