Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan 68% dari wilayah zona musim di Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan.
Menurutnya, intensitas hujan terpantau merata dengan fokus atensi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, sebagian besar Jawa bagian utara, Kalimantan, utara Sulawesi, dan Papua tengah ke selatan.
“Potensi bencana yang mungkin terjadi adalah banjir di wilayah timur Sumatra dan utara Jawa, serta DAS utama di Kalimantan. Kemudian banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di bagian barat Sumatra, selatan Jawa, dan sebagian besar Sulawesi bagian tengah,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (2/12).
Baca juga: 24 RT di Jaktim masih Tergenang Banjir akibat Luapan Kali Ciliwung
Lebih lanjut, BNPB mengimbau pemerintah daerah agar segera melakukan apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah.
Jika perlu dukungan alat, perangkat, personel dan penganggaran, pemerintah daerah diharapkan dapat segera menetapkan status siaga atau tanggap darurat bencana hidrometeorologi basah.
“BNPB akan melakukan koordinasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah agar fase peralihan musim ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi,” tegas Suharyanto.
Baca juga: Banjir Lumpur Melanda Kota Batam, Puluhan Rumah Terendam
Beberapa langlah yang akan dilakukan BNPB di antaranya, untuk kawasan perkotaan, memeriksa dan memastikan pemeliharaan drainase primer, sekunder, dan tersier dilakukan untuk menganyisipasi potensi banjir/genangan baik akibat debit air kiriman maupun hujan ekstrem di tingkat lokal.
Di kawasan perbukitan, khususnya di Jawa bagian tengah ke selatan, diharapkan untuk mewaspadai retakan-retakan akibat tanah keringsaat kemarau yang jika diguyur hujan akan sangat rentan terjadi longsor.
Untuk kawasan gunung api, jika terjadi hujan intensitas tinggi di daerah puncak, potensi terjadi banjir lahar dingin, misalnya semeru dan merapi.
“Terakhir, bagi pengendara sepeda motor, selalu siapkan jas hujan, dan jangan berhenti di bawah jembatan ketika turun hujan karena di samping akan menimbulkan kemacetan, juga hal tersebut berbahaya bagi keselamatan,” pungkasnya. (Z-1)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved