Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP USNI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan workshop literasi keuangan untuk meningkatkan literasi finansial anak-anak muda, terutama Generasi Z.
Workshop yang bertajuk “Strategi Kreatif Tingkatkan Cuan via Konten Digital” ini tidak saja bertujuan memberikan edukasi kepada Gen Z untuk mampu menggunakan kreativitasnya dalam meraup pendapatan di media sosial, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan mereka di tengah kemajuan teknologi informasi.
Dekan FISIP USNI Solten Rajagukguk mengatakan, anak-anak muda perlu lebih waspada dan bijak dalam menerima dan mengelola informasi tentang tawaran investasi dan pinjaman daring (pinjol) yang semakin marak menyasar masyarakat saat ini.
Baca juga: OJK Segera Terbitkan Ketentuan Batasan Bunga Pinjol
“Kita ingin Gen Z tidak hanya lebih kreatif, tetapi juga lebih kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Solten di sela-sela Workshop di Suasana Kopi di Jakarta Selatan, Selasa (31/10).
Solten menjelaskan generasi muda wajib memahami literasi keuangan agar tidak mudah percaya dan tertipu model investasi dan simpan pinjam yang tidak masuk akal.
Baca juga: Pinjol Gencar Beri Tawaran, DPR Minta Generasi Muda Kurangi Gaya Hidup Hedonis
Pada 2022, OJK menyelenggarakan 294 kegiatan literasi keuangan yang menyasar kepada peserta mahasiswa. Kegiatan berhasil menjangkau 63.705 peserta. Jumlah kegiatan itu setara dengan 15,16 persen dari total 1.939 kegiatan edukasi dan literasi keuangan yang diadakan OJK.
Pada 2023, sampai dengan triwulan kedua, OJK telah mengadakan 226 kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa dengan peserta mencapai 35.380 orang. Angka ini setara dengan 17,72 persen dari total kegiatan literasi keuangan OJK.
OJK juga memanfaatkan sosial media dalam kegiatan edukasi keuangannya. Pada 2022, OJK membuat 438 konten literasi keuangan yang menjangkau 2,41 juta pengunjung. Sampai triwulan kedua di 2023, ada 213 konten yang menjangkau 1,10 juta pengunjung.
Untuk semakin memotivasi generasi muda membuat konten kreatif, FISIP USNI mengundang Firman Aldianto, kreator konten yang juga pendiri dan direktur kreatif Suasana Kopi, sebagai salah satu narasumber workshop.
Firman mengajarkan bagaimana cara membuat konten yang kreatif, unik, konsisten, dan relevan. Menurut Firman, keempat hal tersebut merupakan elemen penting, tidak hanya untuk membuat konten, tetapi juga membuat dan mengembangkan brand atau merek.
“Brand is human. Brand memiliki DNA, memiliki persona dan value sehingga mampu berbicara dengan target marketnya,” kata Firman, yang memiliki pengalaman kerja kreatif di berbagai perusahaan ternama, seperti H&M Indonesia, Fujifilm, dan Telkomsel.
Firman juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam memenetrasi target pasar dan memperkenalkan brand ke masyarakat.
Selain workshop, FISIP USNI dan OJK juga menyelenggarakan lomba konten digital bertajuk “Literasi Keuangan sebagai Fitur Terbaik Diri di Kalangan Gen Z” pada 1-27 Oktober 2023.
Lomba berskala nasional ini diikuti oleh lebih dari 260 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Air, mulai dari Aceh, Sumatra Selatan, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bali, hingga Sulawesi Tengah.
Dalam lomba ini, peserta membuat lebih dari 147 video kreatif tentang literasi finansial, mulai dari tips mengelola keuangan pribadi hingga tips melindungi diri dari ancaman investasi bodong dan pinjaman daring.
Menurut Dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP USNI A. Kurniawan Ulung, dalam sesi penjurian, video peserta dinilai berdasarkan lima kriteria, yaitu kreativitas dalam penyampaian pesan, kejelasan pesan literasi keuangan, kualitas produksi video, kesesuaian video dengan tema, dan keterlibatan dan interaksi penonton.
Ulung berharap lomba konten digital ini tidak hanya semakin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemahaman literasi finansial sejak dini, tetapi juga memotivasi mereka untuk memanfaatkan penggunaan media sosial untuk tujuan positif.
“Banyaknya anak-anak muda yang berpartisipasi dalam lomba ini menunjukkan besarnya potensi dan animo Gen Z untuk membantu pemerintah dan OJK dalam meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat,” kata Ulung. (RO/H-3)
Bank Jakarta menggandeng Persija Jakarta dan The Jakmania melalui program From the Pitch to the Branch untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
Literasi keuangan ini mendorong penguatan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi.
Upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan karyawan semakin menjadi fokus dalam transformasi digital dunia kerja.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan kembali program JA SparktheDream untuk tahun keempat.
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved