Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Bunda Mulia (UBM) Kampus Serpong, Banten menggelar rangkaian PsyCoGi Fest 2023 yang mengangkat tema 'Digital Age: Human and Media Power' pada 23-25 Oktober 2023. Festival akan menggabungkan elemen kunci di era digital yang membahas interaksi manusia dengan kekuatan media dalam masyarakat kontemporer.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengambil bagian dalam menginformasikan dan juga mengedukasi masyarakat terkait era digital saat ini. Kegiatan ini adalah gabungan tiga program studi yakni psikologi, ilmu komunikasi dan bisnis digital. Kegiatan ini berfokus pada lomba dan juga seminar mengenai peranan digital terutama sosial media baik itu dari sisi psikologi, komunikasi serta dari sisi bisnis digital, yang bertujuan untuk memberikan insights dan memampukan para audien seminar ini untuk mengubah pola dan cara mereka menggunakan media sosial ke arah yang lebih positif dan produktif," jelas Ketua Panitia PsyCoGi Fest 2023, Supina yang juga menjabat Head of Academic UBM Kampus Serpong, Rabu (25/10).
Rangkaian festival menyajikan berbagai kegiatan yang menarik, termasuk seminar nasional, berbagai kompetisi yang melibatkan peserta dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta perguruan tinggi di Jabodetabek. Seminar nasional akan menjadi platform utama bagi para ahli, praktisi, dan akademisi untuk berbagi wawasan tentang pengaruh kekuatan media di era digital terhadap masyarakat dan individu.
Seminar menghadirkan para pembicara yang terdiri dari Ketua Umum Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, Dr. Nurlaela Effendy, Direktur CNN Indonesia Desi Anwar dan jurnalis televisi Herjuno Diky Syaputra serta para dosen UBM dari program studi Psikologi.
Para peserta yang hadir dalam seminar akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang dirancang untuk menggali kreativitas dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan media saat ini. Kompetisi tersebut mencakup kompetisi business plan, video infografis, fotografi, news caster, podcast dan essay.
"Melalui festival ini diharapkan akan memperluas pemahaman masyarakat tentang peran utama manusia dalam mengendalikan dan memanfaatkan kekuatan media. Dalam era di mana teknologi dan media mendominasi kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami dampak dan bagaimana memanfaatkannya secara positif untuk kebaikan bersama," jelas Supina. (RO/R-2)
Menkomdigi Meutya Hafif mengatakan penerbitan peraturan ini merupakan langkah konkret negara untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di internet.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun punya akun pada sejumlah media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan X.
Panduan terbaru 2026 mengenai aturan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Pahami batasan hukum, risiko privasi, dan tips pendampingan orang tua.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved