Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data World Bank pada 2021, sebanyak 40% dari 140 juta penduduk kota di Indonesia belum memiliki akses pelayanan pengumpulan sampah. Dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Emenda Sembiring menilai, hal itulah yang menyebabkan banyaknya timbulan sampah di Indonesia, termasuk sampah plastik yang masuk ke laut.
“Kalau tadi angkanya 40% tidak ada akses pengelolaan sampah, sudah kebayang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya. Probabilitas yang akan ada di lingkungan juga meningkat,” kata Emenda dalam acara Dialog Menuju Pencapaian Target Nasional Pengurangan Sampah Plastik: Tantangan, Peluang dan Arah ke Depan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (21/9).
Berdasarkan penelitiannya di sejumlah kabupaten/kota, jenis sampah yang paling banyak ditemui di lingkungan ialah sampah plastik sachet.
Baca juga : Jumlah Timbulan Sampah Plastik RI Naik Signifikan
Ia menilai, banyaknya timbulan sampah plastik di lingkungan bukan hanya mengotori, tapi juga berpotensi menjadi mikroplastik yang kemudian bisa masuk ke tubuh manusia.
Emenda mengakui, mengubah perilaku masyarakat untuk mengganti plastik sekali pakai memanglah tidak mudah. Namun, cara terbaik yang dapat dilakukan dalam waktu dekat ialah dengan mencari pengganti kemasan sekali pakai yang kini banyak digunakan untuk menjadi wadah makanan.
Baca juga : Indonesia-Jerman Jalin Kerja Sama untuk Mengurangi Pembuangan Sampah Plastik ke Laut
“Termasuk teknologi intervensi, kita harus mencari upaya daur ulang material sampah yang sebenarnya bisa dihindari dan digantingkan. Selama proses itu belum terjad, kita bisa melihat dan melakukan substitusi,” kata Emenda.
Di samping itu, ia meyakini ada tiga instrumen yang harus dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat soal pengeloalan dan pengurangan sampah. Yakni pendekatan dengan hukum dan sanksi, pendekatan dengan aspek ekonomi dan pendekatan dari sisi moral.
“Tapi tetap harus ada tata kelola yang benar, sehingga ada payung hukum, aturan dan mekanisme ekonomi sehingga tercipta awareness yang tinggi,” pungkas Emenda.
Pada kesempatan itu, Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Indonesia Center for Environmental Law (ICEL) Fajri Fadhillah mengungkapkan, produsen memiliki peran penting untuk pengurangan sampah dari sisi hulu.
Pemerintah sebenarnya sudah memiliki Peraturan Menteri LHK nomor 75 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah oleh Produsen. Dalam aturan itu, perusahaan didorong untuk menyusun pengurangan sampah sebesar 30% hingga 2029. Namun, kini nyatanya baru delapan perusahaan yang memiliki dokumen perencanaan pengurangan sampah yang telah lengkah dan terverifikasi.
“Dalam hal ini produsen harus menunjukkan kepemimpinannya dari sisi sustainibility. Tunjukanlah secara transparan apa upaya yang dilakukan untu k mengurangi dan mendaur ulang sampah. Tapi sebenarnya sesuai UU, pengelolaan sampah daur ulang bukan tahap yang pertama. Kembali lagi, pembatasan timbulan sampah itu lah yang penting,” pungkas Fajri. (Z-4)
Jika masalah sampah tidak segera dibenahi, sejumlah TPA diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2028.
Persoalan sampah ini harus dilakukan melalui langkah nyata dan terukur. Ini harus kita kerjakan bersama-sama
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin kini memasuki fase implementasi.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui aksi Beach Clean Up di Pantai Kelan, Bali.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved