Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Alpha Research and Datacenter Ferdy Hasiman mengimbau masyarakat untuk mempercayakan data hingga penanganan polusi udara di Ibu Kota kepada pemerintah menyusul langkah-langkah yang diambil mulai membuahkan hasil.
Menurutnya, identifikasi data masalah polusi udara harus selalu merujuk pada hasil Indeks Standar Pencemaran Udara/ISPU yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Baca juga: Waspada! Polusi Udara Ancam Tumbuh Kembang Anak
"Percayakan masalah ini ke pemerintah saja, karena pemerintah yang akan mengambil solusi, bukan lembaga atau organisasi asing yang hanya berteriak soal buruknya kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (18/9).
Langkah solusi yang diambil pemerintah, lanjutnya, sudah membuahkan hasil. Terbukti beberapa waktu lalu, rekayasa cuaca mampu membuat langit Jakarta cerah.
Selain itu, kebijakan work from home/WFH serta pembatasan penggunaan transportasi pribadi saat KTT ASEAN juga mampu memperbaiki kualitas udara.
Baca juga: Masyarakat Nanti Solusi Nyata Pemerintah Atasi Polusi Udara
Hal senada dinyatakan pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio yang mengatakan untuk mengetahui kondisi polusi udara di wilayah Indonesia, khususnya di Jabodetabek, masyarakat bisa mengakses aplikasi bernama ISPUnet dari Kementerian LHK.
Sementara itu, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Luckmi Purwandari mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memberikan informasi mutu udara yang tepat dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara.
Hal itu dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah stasiun pemantauan otomatis kontinu yang dimiliki KLHK.
Menyitir laman resmi KLHK, tujuan disusunnya ISPU agar memberikan kemudahan dari keseragaman informasi mutu udara ambien kepada masyarakat di lokasi dan waktu tertentu serta sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan upaya-upaya pengendalian pencemaran udara baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Baca juga: Mengenal Dua Jenis Polusi Udara yang Berbahaya bagi Kesehatan
Tercantum bahwa perhitungan ISPU dilakukan pada tujuh parameter yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Terdapat penambahan dua parameter yakni HC dan PM2.5 dari peraturan sebelumnya. Penambahan parameter tersebut didasari pada besarnya risiko HC dan PM2.5 terhadap kesehatan manusia.
Terkait dengan emisi PLTU, papar Luckmi, Kementerian LHK sudah mengintegrasikan continuous emissions monitoring system (CEMS) yang terpasang di cerobong PLTU ke sistem yang disebut dengan Sispek milik Kementerian LHK.
Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinyu (Sispek) adalah suatu sistem yang menerima dan mengelola data hasil pemantauan emisi cerobong industri yang dilakukan dengan pengukuran secara terus menerus atau CEMS.
Terdapat 10 sektor industri yang wajib Sispek yaitu peleburan besi dan baja, pulp dan kertas, rayon, carbon black, migas, pertambangan, pengolahan sampah secara termal, semen, pembangkit listrik tenaga termal, pupuk dan amonium nitrat. (Ant/S-2)
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) bukanlah hal baru, melainkan standar global.
Berbeda dengan faktor risiko demensia seperti usia atau genetika yang tidak bisa diubah, kualitas udara merupakan faktor yang dapat dikendalikan.
Persoalan kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan aksi kolektif lintas wilayah, lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 132 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 48 mikrogram per meter kubik atau 9,6 lebih tinggi nilai panduan kualitas udara WHO.
Aksi ini serentak yang dipusatkan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Sabtu (15/3) ini juga diikuti sebanyak 2.137 peserta yang dilaksanakan di delapan kampus.
Rasio menegaskan bahwa penindakan terhadap tambang ilegal ini dilakukan untuk menghentikan perusakan kawasan hutan lindung, ekosistem mangrove, serta daerah aliran sungai.
DIREKTORAT PLTTDLB3 melaksanakan kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pemulihan lahan terkontaminasi dan tanggap darurat limbah
Danau, baik alami maupun buatan, menyediakan 87% dari air tawar di permukaan bumi dan merupakan sumber signifikan bagi layanan ekosistem,
Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Pengendalian Lingkungan perdana selama dua hari yaitu 23-24 April 2024.
Dalam upaya pengelolaan hutan secara berkelanjutan, Kementerian LHK melakukan transformasi kebijakan pengelolaan hutan dari Timber Management menjadi Forest Landscape Management.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved