Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU polusi udara masih santer terdengar di kalangan warga Jabodetabek saat ini. Berbagai masalah kesehatan juga semakin banyak dikeluhkan oleh masyarakat, seperti sesak napas, batuk, hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Dokter Spesialis Paru, Nuryunita Nainggolan, mengatakan polusi udara terbagi menjadi dua yakni polusi udara luar ruangan dan polusi dalam ruangan. Polusi udara luar ruangan yang paling banyak ditemukan di daerah perkotaan yaitu Particular Meter (PM), nitrogen dioksida (No2), Sulfur Dioksida (SO2).
"Polusi udara adalah campuran partikel kompleks dan gas yang berasal dari antropogenik dan bahan lainnya yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer," kata Nuryunita, dalam konferensi pers, Jumat (18/8).
Baca juga: Polusi Udara Jakarta tidak Sehat, Pakar Ingatkan Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
"Adapun sumber polusi luar ruangan berasal dari proses alam seperti kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, badai dan lain-lainnya. Sektor transportasi gas buang kendaraan, debu di jalan raya, dan sektor industri seperti pembakaran bahan bakar," tambahnya.
Sementara, polusi di dalam ruangan seperti asap rokok dan pembakaran biomas.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan saat Kualitas Udara Buruk
Secara umum, pemerintah menyebutkan sebagian sumber polusi udara berasal dari sektor transportasi sekitar 80%, diikuti dengan dari industri, pembakar hutan dan aktivitas domestik. Selain kontribusi kendaraan bermotor kondisi kemarau juga memperburuk kualitas udara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 90% penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas udara yang buruk ada 7 juta kematian dan 2 juta di antaranya ada di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di luar ruangan dan di dalam ruangan.
Polusi DKI Jakarta
Diketahui polusi udara di DKI Jakarta sedang meningkat yang akan membahayakan masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan berdasarkan IQAir saat ini polusi udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan indeks 116. Bahkan beberapa tahun terakhir kondisi udara di ibukota dikategorikan tidak sehat.
Demikian juga terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia seperti Tangerang Selatan Kalimantan Barat Serang Banten Kalimantan Selatan Palembang dan lain-lain dan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir Jakarta masuk dalam kategori kota paling berpolusi di dunia versi IQAir.
Di kesempatan yang sama Plh Umum PDPI Dr Arif Santoso mengingatkan perlunya proses pencegahan preventif dan promotif dalam kesehatan respirasi terkait dengan polusi harus menjadi perhatian bersama sehingga bisa dikurangi.
"Bagaimana 25% penyakit karena kanker paru bisa terkontribusi dari udara belum lagi polusi dalam ruangan yang diperankan oleh asap rokok yang kita tahu juga bahwa 3 Batang rokok selama 30 menit 10 kali lebih berbahaya daripada partikel yang dikeluarkan oleh mesin diesel," ungkapnya.
"Sehingga kita harus bersinergi selama masyarakat sama-sama memberikan edukasi untuk menyadarkan bahwa polusi udara baik indoor maupun outdoor sangat berbahaya dan kesehatan dan akan berdampak pada sistem kesehatan," pungkasnya.
(Z-9)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved