Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BARISTA profesional Zikri Mubarak membagikan sejumlah tips untuk membuat kopi sendiri di rumah agar rasa yang dihasilkan sesuai dengan selera yang diinginkan.
"Untuk kopi yang ada ampasnya, kopi tubruk, cukup digodok aja selama 5 menit. Pakai temperatur medium to high agar aroma dan rasanya lebih pekat," kata Zikri, dikutip Senin (18/9).
Pertama, rebus air secukupnya terlebih dahulu sembari memasukkan bubuk kopi ke dalamnya, lalu rebus selama 5 menit. Proses perebusan tersebut dapat membuat kopi lebih pekat dan kuat.
Baca juga: Masa Depan Kopi Lokal Mulai Cerah
Setelah itu, kopi dapat langsung disajikan selagi panas atau menambahkan es batu jika ingin disajikan dingin.
Perlu diketahui penyajian kopi dingin hanya memerlukan es batu secukupnya tanpa harus menambah air agar kopi tidak terasa hambar.
"Kalau suka dingin, sebenarnya cukup ditambahin es doang," kata Zikri.
Baca juga: PLN Berikan Pelatihan Produksi dan Pemasaran ke Petani Kopi
Kopi instan biasanya telah dicampur dengan gula pasir atau susu sesuai takaran yang sudah ditentukan tiap kemasannya, sehingga penambahan gula atau susu tambahan tidak diperlukan lagi.
Namun, jika rasa kopi instan terlalu manis, Zikri menganjurkan dengan menambahkan air lebih banyak untuk menetralkannya.
"Simple-nya tambahin air, airnya jadi lebih banyak rasionya," kata Zikri.
Pilihan lain agar dapat menikmati kopi instan dengan komposisi gula pasir yang minim atau tidak ada sama sekali adalah mengonsumsi kopi instan dengan tambahan gula aren.
Gula aren memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula pasir, sehingga gula aren tidak meningkatkan gula darah dengan cepat dan relatif aman dikonsumsi.
"Lebih baik pakai kopi instan yang ada kandungan gula arennya (karena lebih rendah indeks glikemiknya)," pungkas Zikri. (Ant/Z-1)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved