Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan penerapan gaya hidup sehat serta mengonsumsi suplemen dan tanaman herbal dapat membantu mengatasi dampak buruk polusi udara pada tubuh.
"Saran dari saya adalah penerapan gaya hidup sehat sehari-hari karena manajemen dari adanya polusi udara, terutama dampak terhadap kesehatan adalah manajemen secara menyeluruh di samping pemakaian masker juga penerapan gaya hidup sehat," ujar Inggris, dikutip Minggu (17/9).
Inggrid mengatakan manajemen dampak polusi udara harus dimulai dari pola makan yang bergizi seimbang. Selain itu, istirahat yang cukup juga diperlukan untuk memberi waktu pada tubuh untuk kembali bugar.
Baca juga: Pemprov DKI Getol Segel Perusahaan yang Mencemari Udara
Inggrid juga menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik rutin guna menjaga kebugaran tubuh.
"Melakukan aktivitas fisik setiap hari setengah jam. Apabila di luar kualitas udara sedang tidak bagus, bisa dilakukan di dalam rumah, misalnya aktivitas senam di dalam rumah atau membersihkan rumah selama 30 menit itu juga akan membantu," ujar dia.
Lebih lanjut Inggrid mengatakan manajemen stres juga memainkan peran kunci dalam menghadapi polusi udara. Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga penting untuk menemukan cara-cara untuk menguranginya.
Baca juga: Herbal Bisa Bantu Tanggulangi Efek Polusi Udara pada Tubuh
Meditasi, yoga, atau aktivitas yang memberikan rasa nyaman dapat membantu mengelola stres secara efektif.
Dia juga menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi suplemen jika diet yang dilakukan dirasa belum cukup seimbang.
Vitamin A, C, E, dan D3, bersama dengan mineral zinc, dapat memberikan dukungan ekstra dalam menghadapi kondisi polusi udara.
Mengonsumsi tanaman herbal juga dapat melindungi diri dari dampak kesehatan negatif yang ditimbulkan oleh polusi udara,
Inggrid menyebutkan beberapa herbal telah terbukti efektif dalam menghadapi dampak polusi udara. Herbal yang bersifat antioksidan memiliki peran penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang ada dalam udara tercemar.
Selain itu, herbal dengan sifat imunomodulator dapat menyeimbangkan respon imun, sementara herbal dengan sifat adaptogenik membantu tubuh beradaptasi dengan stres dari lingkungan eksternal dan internal karena menjaga sistem hormon tetap seimbang.
Saat tubuh sudah terkena dampak kesehatan dari polusi udara, herbal yang bersifat anti peradangan menjadi penting. Ini termasuk herbal yang meredakan keluhan batuk, pernapasan yang terganggu, atau bahkan meriang.
Beberapa herbal yang telah terbukti efektif termasuk habbatussauda, yang sering dicampur dengan madu murni atau minyak zaitun, serta propolis.
Selain itu, berbagai ramuan herbal yang menggabungkan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, cengkeh, dan lada hitam juga dapat memberikan manfaat besar dalam mengkondisikan tubuh agar lebih kuat dalam menghadapi polusi udara yang terus meningkat.
"Semua rempah-rempah itu ternyata bermanfaat dalam mengondisikan tubuh kita agar lebih kuat menghadapi polusi udara," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Polutan yang terhirup ibu hamil dapat masuk ke aliran darah, menembus plasenta, dan memicu stres oksidatif serta peradangan yang berdampak pada janin.
Pada 2022, beban ekonomi akibat dampak kesehatan dari polusi udara diperkirakan mencapai US$220 miliar, atau sekitar 6,6% dari PDB nasional (PPP).
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, berdasarkan laman IQAir, maka kelompok sensitif disarankan agar sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved