Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polusi Udara Picu 3,2 Juta Kasus Diabetes Baru di Dunia

Abi Rama
17/11/2025 15:27
Polusi Udara Picu 3,2 Juta Kasus Diabetes Baru di Dunia
Dampak polusi udara pada kesehatan metabolik.(Dok. Freepik)

Penelitian dari Washington University School of Medicine dan Veterans Affairs (VA) St. Louis Health Care System, yang dipublikasikan di The Lancet Planetary Health, menemukan bahwa polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.

Penelitian besar ini mengungkap bahwa paparan particulate matter (PM), partikel halus seperti debu, asap, dan jelaga—dapat masuk ke paru-paru lalu menyebar melalui aliran darah. Partikel tersebut memicu peradangan dan menghambat produksi insulin, sehingga tubuh kesulitan mengolah glukosa menjadi energi.

Dampak Global: 3,2 Juta Kasus Baru dan Hilangnya Jutaan Tahun Hidup Sehat

Pada tahun 2016, polusi udara menyebabkan 3,2 juta kasus baru diabetes di seluruh dunia, setara dengan 14% dari total kasus baru. Selain itu, tercatat 8,2 juta tahun hidup sehat yang hilang akibat penyakit tersebut.

Di Amerika Serikat saja, polusi udara memicu sekitar 150.000 kasus diabetes baru per tahun, ditambah hilangnya 350.000 tahun hidup sehat setiap tahun. Data ini berasal dari pemantauan terhadap 1,7 juta veteran AS selama 8,5 tahun, yang dianalisis bersama data polusi dari satelit NASA dan sistem pemantauan EPA.

Negara Berpendapatan Rendah Berisiko Lebih Tinggi

Studi ini mengungkap bahwa risiko diabetes akibat polusi udara lebih tinggi di negara-negara berpendapatan rendah seperti India, Afghanistan, Papua Nugini, dan Guyana. Sebaliknya, negara kaya seperti Finlandia, Prancis, dan Islandia memiliki risiko lebih rendah berkat sistem pengendalian polusi yang lebih baik. Amerika Serikat berada pada kategori risiko menengah.

Risiko Muncul Bahkan di Bawah Ambang Batas Aman

EPA menetapkan batas aman polusi pada 12 mikrogram per meter kubik. Namun penelitian ini menemukan bahwa risiko diabetes sudah meningkat pada kadar 2,4 mikrogram per meter kubik.

  • Pada paparan 5-10 mikrogram/m³, sekitar 21% responden mengalami diabetes.
  • Pada paparan 11,9-13,6 mikrogram/m³, angkanya naik menjadi 24%.
  • Kenaikan 3% tampak kecil, tetapi ekuivalen dengan 5.000-6.000 kasus diabetes baru per 100.000 orang per tahun.

Penelitian Perkuat Bukti: Polusi Bukan Sekadar Masalah Udara Kotor

Temuan ini sejalan dengan laporan The Lancet Commission on Pollution and Health, yang menekankan bahwa polusi udara memiliki dampak besar terhadap penyakit kronis. Penelitian terbaru ini mempertegas bahwa polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan metabolik, bukan hanya persoalan kualitas udara. (WashU Medicine/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik