Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Tanah Air. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan meningkatkan literasi masyarakat melalui berbagai program dan inovasi.
Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Perpusnas Sri Marganingsih mengungkapkan literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis saja, melainkan juga keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi efektif.
"Dunia literasi adalah pintu gerbang menuju pengetahuan, pemahaman yang lebih baik, dan potensi yang tidak terbatas. Kemampuan literasi dalam membuka akses ke informasi dan peluang yang berlimpah memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam hidup,” ujar Sri melalui keterangan tertulis, Selasa (5/9).
Baca juga: Perpusnas Terima Sertifikat Naskah Hikayat Aceh Sebagai Ingatan Kolektif Dunia
Dengan adanya perkembangan teknologi digital, Perpusnas juga terus berbenah, bertransformasi dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanannya.
Paradigma baru perpustakaan mengarahkan sumber daya dan upaya perpustakaan dengan proporsi 10% untuk manajemen koleksi (collection management), 20% untuk manajemen pengetahuan (knowledge management) dan 70% untuk transfer pengetahuan (transfer knowledge).
Baca juga: Perpusnas Perkenalkan Peran Perpustakaan dalam Masyarakat Inklusif di WLIC IFLA
“Kami menyebut pengaturan proporsi ini sebagai perpustakaan menjangkau masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan data terakhir, pada 2022, lebih dari 16 ribu pegiat literasi tersebar di berbagai penjuru Tanah Air. Perpusnas melihat potensi itu sebagai kekuatan yang harus dikolaborasikan melalui akademi literasi dan terus didorong perkembangannya.
Selain itu, sejak 2018, Perpusnas juga memiliki program prioritas nasional yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program yang mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional itu ditujukan untuk mendekatkan pelayanan perpustakaan sehingga bisa mengangkat kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
“Program ini terdiri dari kegiatan pendampingan, bimbingan teknis, bantuan TIK, bantuan koleksi siap pakai dan rak buku, dan perangkat jaringan untuk akses internet. Sejak 2015-2022, terjadi peningkatan signifikan terkait pemanfaatan layanan perpustakaan daring, mulai dari Khastara, e-resources, Indonesia One Search (IOS), iPusnas, dan Tanya Pustakawan melalui chat,” imbuh Sri.
Sementara itu Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Agus Sutoyo menekankan bahwa keberadaan buku sangat penting bagi pembangunan generasi bangsa. Namun, sayangnya, perkembangan teknologi justru membuat buku kurang diminati.
Untuk itu, upaya kampanye literasi pun gencar dilakukan. Melalui duta baca nasional, Perpusnas mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan buku. Tentu saja dengan menggunakan pendekatan teknologi.
“Kami sudah ada dan lengkap. Gedung Perpusnas 24 lantai, sudah diterapkan teknologi. Bagaimana agar bisa memberikan kontribusi besar bagi masyarakat," ucapnya.
Selain itu, Perpusnas pun memfasilitasi dengan berbagai inovasi menarik, seperti Layanan Khusus Anak. Dengan program ini, Perpusnas terus bergerak untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik, berlatih keterampilan dan kecakapan hidup, belajar secara konteksual untuk menjadi masyarakat produktif, mandiri dan sejahtera. (RO/Z-11)
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved