Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNA akun media sosial (medsos) di kalangan pelajar Sekolah Dasar (SD) cukup tinggi. Mereka memanfaatkan sejumlah medsos untuk hiburan dan juga menambah pengetahuan.
Padahal pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kmenkominfo) mensyaratkan batas usia minimal untuk menggunakan media sosial adalah 13 tahun.
Terkait hal itu, Akademi Televisi Indonesia (ATVI) bersama Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Indosiar-SCTV (YPP Indosiar-SCTV) menggelar kegiatan “Literasi Media” di SDN Lagoa 02, Koja, Jakarta Utara, Selasa (5/9/2023).
Baca juga: Lebih 700 Siswa SD di Kemayoran, Jakpus, Ikut Kegiatan Literasi Media
Dalam kegiatan literasi media, para pelajar kelas 1 hingga 6 mengakui memiliki akun media sosial. Ratusan anak serempak mengangkat tangan ketika ditanya siapa yang punya akun media sosial.
Fenomena sama juga diakui para pelajar SD di tempat lain saat dilakukan kegiatan literasi media oleh ATVI-YPP Indosiar-SCTV.
Kenyataan ini memang tak mengagetkan, pasalnya pada akhir tahun 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pengguna internet dan media sosial di kalangan pelajar.
Diungkapkan BPS dalam keterangan persnya, ayoritas anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia sudah mengakses internet untuk media sosial. Persentasenya mencapai 88,99% alias yang terbesar dibandingkan tujuan mengakses internet lainnya.
Baca juga: Pentingnya Paham Kegunaan Media Digital agar tidak Salah Langkah
Selain media sosial, sebanyak 66,13% anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia juga mengakses internet untuk mendapat informasi atau berita. Ada pula yang mengakses internet untuk hiburan sebanyak 63,08%.
Karena itulah, maka literasi media, khususnya penggunaan media sosial atau medsos oleh para pelajar ini sangat penting. Tujuannya agar pelajar mengetahui batasan konten apa yang mesti diupload atau bahkan dilihat di medsos.
Minta Siswa Bijak Gunakan Medsos
Dosen ATVI, Safrudiningsih dan Sisca T Gurning yang memberikan penyuluhan atau literasi penggunaan medsos di SDN Lagoa 02 itu mengingatkan ratusan pelajar kelas 1 hingga VI untuk bijak menggunakan medsos.
Dalam literasi media ini, kedua dosen juga mengingatkan batasan lamanya melihat atau menonton siaran televisi sekitar 2 jam saja. Begitu juga mengakses internet dan medsos sebaiknya tidak lebih dari dua jam.
Baca juga: Penggerak Milenial Indonesia Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial Lewat Literasi Digital
Hampir 700 siswa dari kelas 1 hingga VI dibagi dalam dua gelombang pemberian literasi, bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Safrudiningsih yang akrab disapa Kak Ning Nong dan Sisca T Gurning yang biasa disapa Kak Oma, silih berganti memberikan pemahaman pentingnya bijak menggunakan medsos dengan cara menghibur.
Sejumlah gambar dan video ditayangkan dilayar besar di aula sehingga ada interaktif yang membangkitkan siswa mengikuti acara ini.
Dalam proses penyampaian literasi ini, terlihat para pelajar baik yang masih duduk di kelas 1 maupun yang sudah di kelas lebih atas, tak malu-malu setiap Kak Ning Nong dan Kak Oma memancing pengakuan mereka soal medsos.
Dengan polos mereka mengakui bahwa konten medsos yang kebanyakan dari akun Tik Tok dan IG, berisi lagu atau video hiburan dan bola.
Baca juga: YPP Indosiar-SCTV dan ATVI Gelar Literasi Media Bagi Siswa SD di Jakarta
Selain diselingi dengan kuis dan pemberian hadiah, para pelajar diajak bernyanyi lagu yang sedang hit di TikTok dan juga lagu ayo membaca.
Para guru yang ikut mendampingi dan juga Kepala Sekolah yang hadir di aula besar itu pun tersenyum melihat anak didiknya bersemangat .
Di lapangan terbuka ini, YPP Indosiar-SCTV membawa perpustakana berjalan berupa ‘mobil pintar‘ bernama Mobil Wahana Edukasi Keliling (Weli), sehingga usai kegiatan literasi, siswa leluasa memilih dan membaca buku.
Sekolah Memantau
Kepala Sekolah SDN Lagoa 02, Suwondo S.Pd yang setia mengikuti kegiatan literasi dari awal hingga akhir, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Menurut saya kegiatan lterasi ini sangat bermanfaat bagi anak didik kami. Selama ini kami hanya memantau dan sebatas mengimbau penggunaan medsos pada siswa, sangat tertolong. Siswa bersemangat sekali mengikuti arahan dosen ATVI dan Tim YPP Indosiar-SCTV,” ujar Suwondo. (RO/S-4)
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved