Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI kalian yang saat ini merasa berat badan sedang tidak ideal dan ingin melakukan diet sehat dengan mengurangi kadar kalori dalam makanan, apel menjadi salah satu buah yang sangat cocok dikonsumsi.
Apel merupakan salah satu buah yang paling sering dikonsumsi oleh banyak orang yang sedang menjalani program diet. Pasalnya, kandungan serat pada apel sangat tinggi dan mampu menahan rasa lapar serta membuat kenyang lebih lama.
Selain tinggi serat, ternyata kalori pada kandungan apel sangat sangat rendah dan aman untuk dikonsumsi secara rutin. Kamu tidak perlu takut gendut dengan mengonsumsi buah ini meskipun setiap hari.
Baca juga : Diet Tiffany's Plate yang Sedang Tren Bisa Turunkan Berat Badan Secara Sehat?
Bagi kamu yang ingin mengetahui kalori buah apel untuk program diet, mari simak penjelasan berikut!
Dilansir dari Healthline, satu buah apel seberat 100 gram mengandung sebanyak 52 kalori. Kandungan nutrisi lainnya, sebagai berikut:
Selain kandungan nutrisi di atas, apel juga mengandung vitamin C dan beragam antioksidan yang dapat memberikan manfaat kesehatan.
1. Menyehatkan Jantung
Penurunan risiko penyakit jantung sering kali dikaitkan dengan buah apel, salah satu alasannya karena kandungan serat larut yang membantu menurunkan kadar kolestrol darah. Buah apel juga tinggi polifenol yang bersifat antioksidan.
Salah satu polifenol pada apel yang disebut flavonoid epicatechin yang berfungsi dapat membantu menurunkan tekanan darah yang mampu mengurangi lemak jahat yang berisiko menghambat aliran darah. Maka dari itu, dengan mengonsumsi apel setiap dapat mencegah risiko penyakit jantung.
2. Menurunkan Risiko Diabetes
Penelitian yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition menemukan apabila apel dikonsumsi setiap hari efektif mengurangi risiko terkena obesitas tipe 2 hingga 28 persen. Polifenol pada apel dapat mencegah kerusakan jaringan sel beta pada organ pankreas yang berfungsi memproduksi insulin di tubuh.
Apel juga dapat mencegah kanker tertentu, hal ini dibuktikan lewat penelitian yang menghubungkan konsumsi apel dan pencegahan kanker paru pada orang dewasa. Dengan mengonsumsi satu apel per hari efektif menurunkan risiko kanker tenggorokan, mulut, payudara, dan usu besar.
3. Melancarkan Pencernaan
Kandungan pektin yaitu serat yang bersifat prebiotik pada apel dapat membuat kamu merasa kenyang lebih lama serta mengurangi keinginan ingin makan berlebih. Mengonsumsi apel secara rutin dapat membantu melancarkan pencernaan pada tubuh, dengan hal tersebut maka buah ini dapat mendukung penurunan berat badan secara optimal.
4. Menjaga Kepadatan Tulang
Kandungan antioksidan dan anti inflamasi pada apel dapat meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang. Konsumsi apel secara rutin agar penyerapan kalsium pada tubuh menjadi semakin optimal.
5. Mencegah Obesitas
Apel yang mengandung kaya serat dan air mampu memberikan efek kenyang yang lebih lama. Meskipun mengonsumsi apel secara berlebihan tidak akan memicu kenaikan berat badan. Oleh karena itu, mengonsumsi apel secara rutin dapat mencegah kenaikan berat badan atau obesitas.
(Z-5)
Buah ini memiliki kandungan gizi vitamin C, serat pangan, antioksidan, kalium yang baik untuk pencernaan, menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah
Apel merupakan buah yang sangat populer di seluruh dunia karena rasanya yang manis atau sedikit asam, teksturnya yang renyah, dan kandungan nutrisinya yang tinggi.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu pemicunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang sering kali tidak menunjukkan gejala.
Mengonsumsi beberapa jenis buah saat perut kosong, khususnya di pagi hari, ternyata memberikan manfaat ekstra.
Mengonsumsi 2 apel setiap hari dapat membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh, mengatur kadar gula, mengurangi diabetes, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker.
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Diet yang mengurangi asupkan kalori secara ekstrem, bisa berdampak serius pada kesehatan mental.
Kini ada cara yang lebih sehat untuk memasak nasi agar kandungan kalorinya berkurang hingga 60%.
Kenaikan berat badan saat bulan puasa biasanya terjadi karena kalori input atau yang masuk lebih besar dibandingkan kalori yang keluar.
Jajanan sehat dapat diartikan sebagai jajanan yang segar atau bukan berasal dari makanan kemasan dan pabrikan. Salah satu contohnya adalah buah-buahan, sayuran, dan lain sebagainya.
Pada tahap kenaikan berat badan ibu hamil dengan body mass index (BMI) normal adalah 12-16 kilogram selama 9 bulan kehamilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved