Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam dunia psikologi, terdapat istilah yang berperan penting dalam memahami respons manusia terhadap peristiwa atau fakta yang tidak diinginkan. Istilah tersebut adalah "denial" atau penyangkalan.
Denial melibatkan mekanisme pertahanan diri yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan persepsi terhadap realitas tertentu.
Meskipun denial dalam beberapa kasus dapat memberikan perlindungan sementara, Ia juga bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mental.
Baca juga: Ibu Hamil yang Siap Secara Psikologis Mampu Atasi Kecemasan
Namun, apa sebenarnya pengertian dari denial?
Pengertian Denial Denial, yang dikutip dari modul Psikologi Keperawatan oleh Dudi Hartono yang diterbitkan oleh Kemdikbud, mengacu pada tindakan mengabaikan atau menyangkal pikiran, keinginan, fakta, dan perasaan.
Pengertian ini juga didukung oleh GR VandenBos dalam Jurnal APA Dictionary of Psychology (2007), yang mengartikan denial sebagai mekanisme pertahanan di mana pikiran, perasaan, keinginan, atau peristiwa tertentu diabaikan atau dikecualikan dari kesadaran sadar.
Baca juga: Facebook tidak Terbukti Sebabkan Masalah Psikologis
Dalam beberapa situasi, denial dapat berguna untuk menolak mengakui realitas yang sulit, seperti penyakit serius, masalah keuangan, kecanduan, atau perselingkuhan pasangan.
Penyangkalan berperan sebagai mekanisme tak sadar yang membantu mengatasi konflik emosional atau meredakan kecemasan.
Namun, denial juga dapat membawa dampak negatif dalam jangka panjang. Karena itu, penting untuk memahami ciri-ciri, penyebab, serta tanda-tanda denial agar dapat mengatasi respons ini dengan bijaksana.
Ternyata, denial dapat diidentifikasi melalui beberapa tanda yang mencakup penolakan untuk membicarakan masalah, pembenaran perilaku, menyalahkan orang lain atau lingkungan, dan banyak tanda lainnya.
Denial dapat memiliki dampak positif dalam memberikan waktu untuk beradaptasi dengan situasi yang mengejutkan dan sebagai bentuk respons terhadap stres. Namun, dampak negatifnya juga tidak bisa diabaikan, seperti membahayakan diri sendiri dan orang lain serta mempengaruhi aspek finansial.
Untuk mengatasi denial, penerimaan informasi baru dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan realitas menjadi langkah penting.
Pada akhirnya, meskipun denial bisa menjadi fase sementara, upaya untuk mencari bantuan dari orang terdekat atau profesional dapat memberikan panduan dalam mengatasi dampak negatif dan mengembangkan kesehatan mental yang lebih baik. (Z-10)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved