Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah tengah membahas persoalan mengenai ketentuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akibat buruknya kualitas udara, utamanya di wilayah Jabodetabek. Hal itu disebut menjadi salah satu cara untuk memitigasi dampak buruknya udara yang saat ini sedang terjadi.
"Kita masih mendiskusikan, kita belum sampai pada kesimpulan, belum sampai apakah itu imbauannya menteri, atau imbauannya swasta sendiri, atau nanti pemerintah provinsi," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat ditemui pewarta di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).
"Tapi saya kira memang itu masalah yang harus kita atasi. Pilihannya kan di antaranya WFH, kita terus diskusikan," tambahnya.
Baca juga: Jokowi Kasasi Gugatan Polusi Udara, Walhi: Tidak Pantas!
Sejauh ini, kata dia, belum ada usulan secara resmi dari pihak swasta ke pemerintah mengenai wacana WFH akibat kualitas udara yang buruk. Pembahasan di internal Kemnaker mengenai hal tersebut baru dilakukan dengan merujuk berbagai pemberitaan di media massa.
"Secara langsung belum, itu kan wacana-wacana di media yang kita tangkap. Saya kira ini menjadi persoalan bersama nanti kita diskusikan mana yang terbaik," terang Ida.
Baca juga: Polusi Udara Bisa Timbulkan Kematian
Buruknya kualitas udara, khususnya di DKI Jakarta belakangan ini menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menyebut pemburukan kualitas udara di Jakarta disebabkan oleh polutan dari PLTU di sekitar wilayah DKI.
Selain PLTU, emisi dari transportasi oleh sebagian kalangan disebut menjadi dalang utama buruknya kualitas udara di Jakarta. Presiden Joko Widodo sempat merespons mengenai hal tersebut.
Menurut Kepala Negara, salah satu solusi yang bisa dilakukan ialah para pemberi kerja menghendaki pemberlakuan sistem kerja hibrida, yakni WFH dan bekerja dari kantor atau work from office (WFO). (Z-10)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved