Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Polusi udara bisa menyebabkan kematian. Pernyataan tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Yarsi Tjandra Yoga Aditama dengan berlandaskan data World Health Organization (WHO). WHO mencatat polusi udara berhubungan dengan 6,7 juta kematian di dunia pada 2019.
"Dari 6,7 juta itu, polusi udara ambien atau di luar ruangan diperkirakan oleh WHO menyebabkan 4,2 juta kematian pada 2019. Sisanya karena polusi udara dalam ruangan," ujar Tjandra, Rabu (16/8).
Sementara itu, jurnal kesehatan terkemuka dunia, Lancet, juga merilis hal serupa. Dari penelitian yang dilakukan, Lancet mencatat ada sekitar 9 juta kematian dalam satu tahun akibat polusi udara.
Baca juga: Pembenahan Transportasi Solusi untuk Atasi Polusi di Ibu Kota
Polusi udara menjadi penyebab 1 dari 6 kematian di dunia. Artinya, 17,8% kematian di India pada 2019 terjadi akibat polusi udara," ucapnya.
Dengan data-data itu, Tjandra menegaskan bahwa WHO secara tegas menyebutkan bahwa polusi udara adalah salah satu ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan.
Baca juga: KPAI Dukung WFH Agar Anak Terlindungi dari Polusi Udara Jakarta
"Dengan menurunkan kadar polusi udara, negara-negara di dunia, termasuk Indonesia tentunya, akan dapat menurunkan beban penyakit dari penyakit-penyakit stroke, gangguan jantung, kanker paru serta penyakit paru dan pernapasan akut dan kronik," tandasnya. (Z-11)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
VILPA merupakan akitifitas singkat tetapi intens yang biasa kita lakukan. Durasi setiap aktivitas biasanya hanya 30–60 detik, tetapi intensitasnya cukup tinggi.
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Tingkat kematian akibat stroke di Indonesia mencapai 178,3 per 100.000 penduduk (disesuaikan dengan usia).
Kematian jantung mendadak (Sudden Cardiac Death/SCD) menjadi ancaman serius yang tak bisa dianggap remeh.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa sesaat sebelum kematian, otak memperlihatkan peningkatan aktivitas yang tidak biasa.
Di era digital, informasi menyebar dengan cepat, terutama melalui media sosial. Namun, tidak semua kabar yang viral dapat dipercaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved