Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan mengatakan terdapat sejumlah jenis zat atau partikel yang perlu diwaspadai oleh masyarakat ketika sedang
berada di kawasan dengan polusi udara.
"Udara buruk itu biasanya mengandung partikel dan gas yang berbahaya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, Rabu (30/7).
Aji menyebut partikel itu seperti PM2.5 dan PM10, Ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) dan karbon monoksida (CO). Seluruh partikel itu membawa dampak buruk pada kesehatan tubuh.
Misalnya, partikel PM2.5 dan PM10 yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), mengi, asma sampai kematian berlebih termasuk sakit jantung.
Kemudian karbon monoksida diketahui dapat mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga mengurangi suplai oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Aji mengatakan hal ini memicu bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) dan meningkatnya kematian perinatal.
Guna mencegah dan mengurangi dampak partikel dan gas berbahaya tersebut, Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk menghindari paparan polusi udara dengan menggunakan masker bagi orang dewasa dan anak anak yang sudah dapat menggunakannya.
Hindari beraktivitas dalam durasi yang lama di luar rumah apabila ada indikasi terjadi polusi udara berat di kota yang ditinggali.
Aji melanjutkan penting untuk mulai mengubah pola hidup dengan tidak menggunakan kompor kayu bakar dan membakar sampah yang dapat menyebarkan asap ke udara. Jangan lupa pula untuk menyediakan ventilasi yang memadai di rumah.
"Batasi penggunaan produk yang mengandung bahan kimia kuat seperti semprotan, pengharum ruangan, atau pembersih dengan bahan kimia keras dapat mengeluarkan Volatile Organic Compounds (VOC) yang berbahaya juga ya," kata Aji.
Imbauan lain yang diberikan yakni tidak merokok di dalam rumah dan menanam tanaman yang dapat menyerap udara kotor seperti lidah mertua dan silih gading. (Ant/Z-1)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Para ilmuwan melakukan eksperimen untuk menguji apakah top quark, partikel elementer terberat di alam semesta, selalu mematuhi teori relativitas khusus Einstein.
Atom tersusun atas partikel-partikel penyusun atom atau partikel subatom, yaitu neutron (n), proton (p), dan elektron (e). Neutron dan proton membentuk inti atom.
KALI ini kita membahas Bab 8 tentang Partikel Penyusun Benda dan Makhluk Hidup dalam pelajaran IPA kelas IX semester 2. Di sini kita akan belajar tentang partikel, atom, dan molekul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved