Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud-Ristek Nizam mengaku miris dengan banyaknya mahasiswa yang terjerat pinjaman online (pinjol).
Dia menyayangkan kejadian ribuan mahasiswa baru yang dipaksa mendaftar akun pinjol di UIN Raden Mas Said Surakarta dalam masa pengenalan mahasiswa baru, belum lama ini.
Seharusnya, kata Nizam, momen pengenalan mahasiswa baru itu dapat dimanfaatkan untuk membekali literasi dasar finansial bagi mahasiswa. Bukan malah sebaliknya, mendorong mahasiswa untuk semakin terjerumus pinjol.
Baca juga : Viral Mahasiswa Baru Wajib Daftar Pinjol, Rektor UIN Surakarta Mengaku Kecolongan
“Harusnya bisa jadi momentum yang baik untuk membekali literasi dasar finansial. UKM yang terkait dengan ekonomi, seperti KOPMA (Koperasi Mahasiswa), juga bisa menjadi ajang edukasi sekaligus menguatkan prinsip-prinsip perekonomian Pancasila,” terang Nizam, Minggu (13/8)
Langkah tersebut amat penting dilakukan. Sebab, kata Nizam, era digital dan medsos sekarang ini, akses untuk menjangkau korban (mahasiswa) sangat mudah dan dalam skala yang masif. "Karenanya memang edukasi untuk meningkatkan literasi finansial dan literasi teknologi (digital) sangat perlu untuk terus kita lakukan,” ujar Nizam.
Baca juga : Motif Pembunuhan Mahasiswa UI karena Pelaku Terlilit Utang Pinjol. Begini Kronologinya
Belum lagi gaya hidup hedon di kalangan mahasiswa, kata Nizam, juga semakin mendorong mereka tergoda untuk mengakses pinjaman online. Iklan di media sosial tentang mudahnya mengajukan pinjaman, tawaran kartu kredit, itu semua memengaruhi alam bawah sadar seseorang untuk bertindak.
“Semua kemudahan dan banyaknya iklan berseliweran semakin mudah pula menjerat mereka yang tidak tahan godaan untuk jatuh dalam lingkaran pinjol. Ini merupakan salah satu akar masalah yang juga harus kita atasi dengan edukasi perilaku hidup hemat, sehat dan tidak konsumtif,” tutur Nizam.
“Gaya hidup baru yang bersahaja, ramah lingkungan, hemat sumber daya, perlu kita galakkan bersama. Dukungan media sangat penting. Kampus harusnya mendidik literasi finansial serta gaya hidup bersahaja yang sehat,” imbuhnya.
Berkaca dari ribuan mahasiswa baru dipaksa mendaftar akun pinjol, Nizam berpesan agar semua acara atau kegiatan mahasiswa perlu memegang teguh pedoman untuk bekerja sama dengan perusahaan yang sehat dan mendidik. Sangat tidak disarankan melibatkan sponsorship dari perusahaan yang ilegal, seperti pinjol apalagi perusahaan rokok maupun miras.
“Kalau untuk pembinaan kampus tersebut karena UIN, mungkin lebih tepatnya ke Kemenag (Kementerian Agama) ya. Sponsorship tidak boleh dari perusahaan ilegal,” pungkasnya. (Z-4)
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar dua kasus aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah menjerat hingga 400 nasabah
Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama 97 platform pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan adanya kesepakatan untuk menentukan batas maksimum suku bunga.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, lonjakan kasus penipuan keuangan atau financial scam di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Harli menegaskan Kejagung belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Perkaranya masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved