Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANDA tentu sudah tidak asing dengan gerakan Pramuka. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Pramuka sudah diajarkan.
Pramuka adalah kegiatan ekstra kulikuler yang wajib diikuti siswa SMP dan SMA terutama, yang baru duduk di kelas 1. Pramuka merupakan kegiatan yang sangat banyak manfaatnya terutama untuk mengasah karakter baik pada diri kamu. Moto gerakan Pramuka mengandung janji atau “Satya” yang harus dipegang dan ditaati seluruh anggota Pramuka.
Cara menepati satya atau janji tersebut yaitu melalui pengamalan Darma yang jumlahnya ada 10 (sepuluh) butir.
Baca juga: Kontingen Merah Putih di Jambore Pramuka Dunia Dievakuasi ke Seoul
Adapun lambang gerakan Pramuka adalah tunas kelapa karena kelapa adalah pohon yang seluruh bagiannya bisa diambil manfaatnya. Jadi menjadi anggota Pramuka harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, alam sekitar dan masyarakat sosial.
Moto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.
Adapun moto dari gerakan pramuka adalah Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Baca juga: Menpora Semangati Pelajar Indonesia di Jambore Pramuka Dunia
Sementara itu, dalam penerapannya, moto Gerakan Pramuka tidak bisa di lakukan secara instan. Melainkan butuh waktu yang relatif lama dan bertahap sesuai dengan tingkat pemahaman anggota Pramuka. Berikut ini beberapa manfaat dari Moto Gerakan Pramuka untuk setiap anggota, antara lain:
Maksud dari moto Gerakan Pramuka tersebut yaitu sebagai anggota Pramuka tidak hanya menghapalkan bunyinya saja tetapi harus diamalkan pada kehidupan sehari-hari. Contoh pengamalan tersebut misalnya mengadakan kerja bakti di lingkungan masyarakat sekitar. (Z-1)
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved