Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peserta Jambore Pramuka Dunia dari Indonesia direncanakan bakal dievakuasi ke Seoul Selasa (8/8) pagi. Mereka sudah mengepak barangnya masing-masing sejak pukul 06.00 waktu Korea Selatan.
Evakuasi dilakukan untuk menghindari amukan topan Khanun yang diperkirakan akan melanda area Bumi Perkemahan Sae Man-Geum pada Rabu dan Kamis (9-10/8).
Salah satu pembina kontingen Indonesia, Azi Maulana, mengatakan peserta dari negara lain juga telah melakukan hal yang sama.
Azi merupakan pembina dari SMAIT Ummul Quro, Bogor, Jawa Barat. Dia membina 18 peserta dari SMAIT Ummul Quro dan ditemani 3 pembina dari sekolah lain yang mendampingi 40 peserta. "Yuk semangat, semangat packing. Kita evakuasi, sementara makanan masih berlimpah. Jeruk, pisang, biskuit," kata Azi dalam video yang diterima Media Indonesia.
Dalam video kirimannya, anak-anak tengah sibuk dan saling membahu membongkar dan merapikan tenda-tenda yang didominasi warna merah muda dan biru langit.


Kontingen Indonesia di Jambore Pramuka Dunia di Bumi Perkemahan Sae Man-Geum, Korea Selatan, merapikan tenda, Selasa (8/8).
Baca juga: Cerita Peserta Jambore di Korsel: Suhu 40 Derajat, Sejumlah Agenda Jambore Dunia Korsel Ditiadakan
Persiapan untuk evakuasi sebetulnya sudah dilakukan sejak semalam sebelum anak-anak beristirahat tidur. Mereka sudah mengemas barang-barang pribadinya. Hanya barang-barang bersama seperti alat memasak dan tenda yang di bereskan pagi sebelum ke Seoul.
"Insyaallah kita sudah siap. Alhamdulillah terkait fisik dan mental anak-anak kita masih oke. Jika tidak ada gejala alam angin topan, anak-anak masih sanggup ikut kegiatan sampai selesai," tuturnya.
Nailah al Farafisha Alysa Journalist, 14, siswa Ummul Quro mengatakan sesaat setelah diumumkan jadwal evakuasi, dirinya langsung merapikan barang-barangnya.
Sebelumnya, Berthold Sinaulan, Waka Kwarnas/Kakom Kehumasan & Informatika melalui siaran persnya yang diterima Media Indonesia, mengatakan bahwa Selasa pagi akan dimulai pemindahan besar-besaran.
Dalam siaran pers itu juga disebutkan persiapan pemindahan 39.000 peserta Jambore Pramuka Dunia ke-25 dari Bumi Perkemahan Sae Man-Geum sudah dilakukan sejak Senin (7/8).
Seluruh proses pemindahan diatur oleh Pemerintah Korea Selatan untuk memindahkan peserta yang masih ada dari 155 negara ke tempat yang lebih aman di Seoul dan sekitarnya. Pemindahan akan dilakukan dengan mengerahkan sekitar 1.000 bus yang mulai pukul 08.00 waktu Korea, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 14 jam.
Baca juga: Menpora Semangati Pelajar Indonesia di Jambore Pramuka Dunia
Untuk pergerakan pemindahan akan didahulukan peserta didik, dan dilanjutkan pemindahan orang-orang dewasa yang tergabung dalam Jambore, baik sebagai Contingent Management Team maupun International Service Team.
Sementara itu, KBRI Seoul juga menyiapkan beberapa mahasiswa Indonesia yang bisa berbahasa Korea untuk membantu komunikasi antara para peserta didik dengan pihak-pihak terkait di setiap lokasi pemindahan peserta Indonesia.
Pimpinan Kontingen Gerakan Pramuka, Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, memastikan untuk mengarahkan para unit Leader (pembina pasukan) Indonesia agar 1.569 peserta Indonesia bisa dipindahkan sesuai jadwal masing-masing.
Di situ juga dijrlaskan bahwa saat ini, kondisi peserta Indonesia semua dalam keadaan aman dan tetap bersemangat. Bahkan masih tampil pada pertunjukan kesenian di panggung utama Jambore pada Senin malam bersama hanya 15 negara lain yang lolos seleksi untuk tampil di panggung utama Jambore.
Setelah dipindahkan, para peserta masih akan mengikuti beberapa acara Jambore dan mendapat konsumsi sebagaimana dijadwalkan.
Penutupan Jambore direncanakan tetap dilakukan pada Jumat (11/8) dan kontingen Indonesia akan kembali ke Tanah Air mulai keesokan harinya secara bertahap hingga Senin (14/8). (Z-6)
Bupati berharap kepemimpinan baru yang lahir dari Muscab ini membawa semangat pembaruan dan mampu bersinergi dengan program-program Pemerintah Daerah (Pemda),
Kegiatan Pertemuan Kepramukaan Siswa Disabilitas di Semarang
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengajak santri untuk menjadikan gerakan Pramuka sebagai cermin kepribadian Rasulullah SAW.
Kegiatan di Kabupaten Tuban ini dirancang Kwarda Jatim sebagai ajang edukasi, pengabdian, sekaligus hiburan.
FISIOTERAPI Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ menjadi bagian dari International Medical and Health Service Team pada ajang World Muslim Scout Jamboree 2025.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR) Ahmad Muzani mengapresiasi gelaran World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved