Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Airlangga Decsa Medika Hertanto mengatakan mengonsumsi pangan dengan kandungan tinggi kalsium dapat mencegah timbulnya penyakit sendi.
Decsa, dikutip Senin (7/8), mengatakan masyarakat perlu menjaga asupan gizi tinggi kalsium dan makanan bergizi tinggi protein seperti ikan dan susu, mencukupi vitamin D, hindari merokok dan minuman alkohol, serta kafein berlebih.
"Selain itu, aktif berolahraga seperti jogging dan angkat beban juga bisa mencegah timbulnya penyakit sendi dan pegal linu," kata Decsa.
Baca juga : 15 Pesan Semangat untuk Peringati Hari Kanker Anak Sedunia
Olahraga secara teratur dinilai dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40%.
Mitos yang berkembang di masyarakat, penyakit sendi umumnya terjadi karena penuaan. Padahal faktanya, penyakit sendi juga bisa terjadi karena kurangnya konsumsi makanan yang tinggi kalsium atau bisa juga karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin.
Selain berolahraga dan menjaga asupan gizi, Decsa juga menyebut mengonsumsi susu kambing juga bisa mengatasi nyeri sendi dan pegal linu.
Baca juga : Ingin Tahu Vaksin Apa Saja yang Anda Butuhkan? Ingat Saja HALO
"Kita bisa memilih susu kambing untuk mengatasi nyeri sendi dan pegal linu. Karena susu kambing memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi dari susu sapi," kata dia.
Penelitian juga menunjukkan susu kambing dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting dari makanan lain.
Sebaliknya, susu sapi diketahui mengganggu penyerapan mineral utama seperti besi dan tembaga saat dikonsumsi dalam makanan yang sama.
Baca juga : Waspadai Diare selama Liburan
Laman Healthline, beberapa waktu lalu, juga menyebutkan alasan lain beberapa orang memilih susu kambing daripada susu sapi berkaitan dengan daya cerna.
Semua susu hewani mengandung beberapa laktosa (gula susu alami), yang beberapa orang, seiring bertambahnya usia, kehilangan kemampuan untuk mencerna sepenuhnya.
Tapi, susu kambing sedikit lebih rendah laktosa daripada susu sapi, atau sekitar 12% lebih sedikit per cangkir. (Ant/Z-1)
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
HOLYWINGS Peduli berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif.
Risiko arhtitis teumatoid meningkat seiring bertambahnya usia, dan pada perempuan berusia di atas 55 tahun prevalensinya bisa mencapai 5%.
Mencabut cakar kucing akan membuat penderitaan fisik dan neurologis seumur hidup pada hewan.
Daun singkong kaya vitamin C, protein nabati, serat, dan antioksidan yang bermanfaat untuk meredakan peradangan sendi.
DOKTER Ortopedi mengatakan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam memperlambat kerusakan sendi dalam hal pengapuran lutut atau osteoartritis.
Pernah kebayang nggak sih, gimana rasanya jadi ondel-ondel Betawi yang sendi-sendinya karatan? Susah gerak, sakit semua, dan cuma bisa tergeletak di pinggir jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved