Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino pada tahun ini akan memberikan dampak kekeringan yang lebih besar dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Diperkirakan puncak El Nino tersebut akan terjadi pada bulan Agustus dan September.
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab mengatakan, saat ini sudah terdapat sekitar 63% wilayah di Indonesia yang terdampak kekeringan dari fenomena El Nino tersebut.
"Dalam kaitannya dengan musim atau iklim, BMKG membuat yang namanya zona musim. Kita mengkategori zona musim di Indonesia ada 699 zona. Saat ini sudah sekitar 63% dari 699 yang sudah memasuki periode musim kemarau, artinya yang sudah terdampak langsung dari El Nino itu sekitar 63% wilayah zona musim tadi," kata Fachri dalam diskusi FMB9ID secara virtual, Senin (31/7).
Baca juga: Sejak Awal Tahun, BNPB Telah Imbau Pemda untuk Hadapi Fenomena El Nino
Fachri melanjutkan, puncak musim kemarau tersebut akan terjadi di bulan Agustus dan September. Namun, kata dia, periode musim kemarau itu tidak akan sama di seluruh wilayah Indonesia.
"Dari sisi spasialnya tidak semua sama seluruh wilayah Indonesia. Contoh di Maluku dan juga di beberapa sebagian Papua itu belum masuk musim kemarau. Dan memang lazimnya seperti itu," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Tren Penurunan Produksi Beras Menghadapi El Niño
Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau saat ini adalah wilayah Sumatera dan Jawa. Diantaranya, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung. Lalu, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kemudian, Kondisi kering juga akan berpotensi terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.
"Diperkirakan musim kemarau kita ini akan lebih kering dibanding tiga tahun sebelumnya," katanya. (Z-10)
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved