Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATI Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2023, PT Ajinomoto Indonesia mendukung acara yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Kali ini, Ajinomoto dan BKKBN memberikan inspirasi menu makanan bergizi seimbang yang menerapkan konsep bijak garam.
Masalah gizi seperti stunting merupakan salah satu concern Ajinomoto, oleh karena itu Ajinomoto ingin terus mendukung dalam memberikan solusi terhadap masalah gizi melalui produk-produk dan jasa yang berkualitas.
Baca juga: Harganas Ke-30, Tanoto Foundation Raih Penghargaan BKKBN
“Kami senang bisa mendukung salah satu rangkaian peringatan Harganas ke-30, menuju keluarga bebas stunting, untuk Indonesia Maju," kata Grant Senjaya, Head of Corporate Communications Dept PT Ajinomoto Indonesia.
Pernyataan Grant Senjaya disampakan dalam acara Gerakan Kembali ke Meja Makan Melalui Sarapan Pagi Bergizi yang diadakan dalam rangka peringatan Harganas ke-30, di Main Dining Hall, Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), baru-baru ini.
Bantu Keluarga Dapat Asupan Gizi Seimbang
"Tugas utama kami di Ajinomoto Indonesia adalah mendukung dan meningkatkan kesehatan melalui berbagai produk-produk kami seperti MSG Aji-No-Moto®, Masako®, Saori®, Sajiku®, Mayumi®, dan produk-produk lainnya," jelasnya.
"Untuk membantu agar keluarga Indonesia bisa mendapatkan asupan gizi seimbang, melalui makanan rendah garam yang cita rasa dan kelezatannya tetap terjaga,” ucap Grant.
Baca juga: Peringati Hari Keluarga Nasional 2023, BKKBN: Banyak Keluarga yang Belum Paham Stunting
“Ajinomoto memiliki target di tahun 2030 bersama afiliasi kami di negara lain, untuk memperpanjang harapan hidup sehat 1 miliar orang di seluruh dunia dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis kami hingga 50%," ujar Grant.
"Untuk mencapai target tersebut, kami di Ajinomoto Indonesia memiliki kegiatan yang kami sebut sebagai Health Provider," terangnya.
Kegiatan ini adalah inisiatif Group Ajinomoto Indonesia untuk mentransformasikan seluruh karyawannya menjadi health provider ambassador.
Para karyawan diminta berkontribusi meningkatkan pengetahuan bukan hanya diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan keluarga juga kelestarian lingkungan.
Pada sesi cooking demo, Chef Citra didampingi oleh istri Gubernur Jateng Siti Atiqoh yang juga Ketua TP PKK Jateng, istri Gubernur Sumsul Febrita Lustia yang juga Ketua TP PKK Sumsel dan juga istri Kepala BKKBN, Reni Hasto yang juga Penasihat DWP BKKBN Pusatmemilih bahan dasar ikan patin.
Baca juga: Jokowi akan Hadiri Puncak Peringatan Harganas 2022 di Sumut
Chef Citra mengatakan ikan patin merupakan ikan yang biasa hidup disungai dan banyak ditemukan di sungai besar di daerah sumatera selatan seperti Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri.
Menurut Chef Citra, menu ikan patin kuah kuning ini juga bisa menjadi rekomendasi menu makanan dengan sumber protein hewani yang cukup tinggi.
Menu ikan patin bisa dijadikan alternatif menu keluarga untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.
“Dalam menu kali ini cukup banyak kandungan protein hewaninya karena saya menggunakan ikan (patin) yang dalam keseharian kita mudah untuk didapatkan, dan juga harganya terjangkau," jelasnya.
"Jadi sebenarnya untuk mendapatkan asupan gizi seimbang yang baik, tidak melulu harus menggunakan bahan pangan yang mahal," ujar Chef Citra.
Terapkan Konsep Bijak Garam
"Dalam menu kali ini juga saya menerapkan konsep Bijak Garam untuk mencegah resiko hipertensi. Cukup dengan mengurangi penggunaan garam yang semula 2 sdt (sendok teh), menjadi 1 sdt garam + ½ sdt MSG (untuk 1 liter air/kuah dalam menu masakan),” ucap Chef Citra.
Gerakan Kembali ke Meja Makan
Menurut Prof. Rizal Damanik DVM, MRepSc, PhD, Deputy Bidang Pelatihan, Riset & Pengembangan BKKBN, untuk memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, dalam momentum Harganas ke-30, BKKBN mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting, Untuk Indonesia Maju.”
Sesuai tema, salah satu kegiatannya adalah Gerakan Kembali ke Meja Makan.
“Kegiatan gerakan kembali ke meja makan merupakan upaya bersama untuk mengingatkan kembali kepada para keluarga Indonesia akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama anggota keluarga, sehingga hubungan keluarga menjadi lebih kuat," paparnya.
Baca juga: Peringati Hari Keluarga Internasional, BKKBN Imbau Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mental Keluarga
"Anak punya saluran untuk mencurahkan persoalan yang terpendam, dan orangtua bisa membimbing setiap persoalan yang dirasakan oleh anak,” ujar Prof. Rizal Damanik.
“Indonesia telah mengalami penurunan tren prevalensi stunting yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, namun masih berada di atas ambang batas standar WHO, sehingga masih berkategori darurat stunting," terang Prof.Rizal.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia masih berada pada angka 21,6%.
Oleh karena itu, kita harus mengerahkan segala upaya sehingga target 14% pada tahun 2024 dapat tercapaindation,” tutup Prof. Rizal. (RO/S-4)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved