Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMANGAT berbagi ilmu pengetahuan membawa Ongky Hojanto menjadi sosok multitalenta sebagai pengusaha, penulis buku, pembicara profesional, serta pelatih yang telah membagikan ilmunya ke banyak institusi, baik Pemerintah maupun swasta.
Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 30 November 1978 itu punya keahlian mumpuni di bidang public speaking yang diteguhkan Lewat sejumlah sertifikasi, baik secara Nasional maupun internasional. Diantaranya, NLP Mastery Practitioner dari Mind Transformations Singapore, NLP Trainer dari NFNLP, USA dan IANLP, Switzerland, Firewalk Instructor dari FIRE Institute, USA, serta International Coach Certification dari Leadership Management International.
Tak ayal, pemilik gelar Magister Komunikasi dan Magister Sumber Daya Manusia itu dipercaya banyak perusahaan dan instansi pemerintahan untuk memberikan pelatihan dan motivasi bagi manajemennya..
Baca juga : Berawal dari Mimpi, Faizal Sugijo Sukses di Negara Paman Sam
Ongky Hojanto telah bekerja dengan sejumlah perusahaan terkemuka di berbagai sektor, termasuk perbankan, telekomunikasi, properti, barang konsumen, asuransi, pendidikan, penerbangan, otomotif, dan multi level marketing
Lewat bekal itu juga, Ongky mendirikan Public Speaking Academy dan Motivator Academy sebagai sarana berbagi keilmuan untuk orang lain.
Baca juga : Komunitas Bisnis TDA Targetkan Naikkan Anggota Pengusaha
Bukan hanya lewat pendirian akademi, ayah tiga Anak itu juga menulis sejumlah buku yang laris di pasaran. Buku itu menjadi sarana Onky untuk berbagi pandangan dan ilmunya dengan khalayak yang lebih luas.
Buku karya Ongky Hojanto yang terkenal antara lain "The Secret to be Success" (Andi Publisher, 2008), "Financial Revolution in Action" (bersama Tung Desem Waringin, Gramedia, 2011), "Public Speaking Mastery" (Gramedia, 2013), "Trainerpreneur" (Gramedia, 2015), "Presentation Mastery" (Gramedia, 2017), dan "Public Speaking Mastery in Action" (2018).
“Menjadi pembicara publik, penulis, dan pelatih adalah panggilan hidup saya. Saya berkomitmen untuk terus berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta membantu individu dan organisasi meraih keberhasilan melalui public speaking,” kata Ongky.
Komitmennya dalam bekerja dan berbag itu juga diganjar sejumlah penghargaan. Diantara penghargaan yang pernah diraih Ongky ialah penulis buku best seller dari Gramedia atas karyanya yang berjudul "Public Speaking Mastery", serta penghargaan "Indonesia Outstanding Instructor" pada 2020 dari Skill Academy by Ruang Guru.
“Saya sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh masyarakat, klien, dan rekan-rekan seprofesi,” pungkas Ongky. (RO/Z-5)
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Prof Agus telah menulis dan menerbitkan 11 buku yang membahas berbagai topik seputar politik, keamanan, dan hubungan internasional.
Berita duka dari Hollywood. Sutradara legendaris Rob Reiner, pembuat 'The Princess Bride' dan 'A Few Good Men', ditemukan tewas bersama istrinya. Simak profil lengkap Rob Reiner
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Francis adalah salah satu penyanyi paling populer pada tahun 1950-an dan awal 1960-an, dengan lagu-lagu hits seperti Who’s Sorry Now?, My Heart Has A Mind Of Its Own, dan lainnya
Gus Yahya menegaskan bahwa proses pemilu adalah sebuah tahapan yang harus dijalani bersama.
Pemeriksaan rekam jejak akan dilakukan setelah panitia seleksi (pansel) mengirimkan data ke KPK.
Kasus dugaan asusila yang melibatkan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari, mencuat setelah kuasa hukum korban yang berinisial MDP, melaporkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran kode etik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved