Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan penunjukan pejabat pengganti anggota dewan komisioner (ADK) dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Sabtu (31/1). OJK menetapkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi sebagai anggota dewan komisioner pengganti ketua dan wakil ketua dewan komisioner OJK.
Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A. merupakan salah satu figur sentral dalam penguatan tata kelola dan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan Indonesia. Dia sudah menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2022.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2019 dengan predikat cumlaude. Sebelumnya, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University of Fresno, Amerika Serikat pada 2004, serta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di UGM pada 2001.
Selain aktif sebagai regulator, Dr. Friderica juga berkontribusi dalam pengembangan literasi keuangan melalui karya tulis. Ia telah menerbitkan dua buku, yakni “Pengawasan Market Conduct: A Game Changer” dan “Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi”, yang menjadi rujukan dalam pengawasan perilaku pasar dan edukasi investasi.
Sepanjang kariernya, Dr. Friderica memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022), Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (2016–2019), serta Direktur Keuangan KSEI (2015–2016). Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009–2015.
Di tingkat nasional, perannya semakin strategis dengan penugasan sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sejak 2023, serta sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.
Kontribusinya juga diakui di tingkat internasional. Sejak 2022, Dr. Friderica menjadi Advisory Board The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet).
Atas dedikasi dan kepemimpinannya, pada 2025 Dr. Friderica meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.
Dengan pengalaman regulator, praktisi, dan pemikir kebijakan, Dr. Friderica Widyasari Dewi terus memainkan peran kunci dalam memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan ekosistem jasa keuangan yang adil, inklusif, dan berintegritas. (Cah/P-3)
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
SEJARAH baru tercipta di industri jasa keuangan Indonesia.
Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3).
KOMISI XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global.
Tampuk kepemimpinan OJK dijabat oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Wakil Ketua OJK, serta Hasan Fawzi yang memegang kendali Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, mengawali hari di zona merah.
IHSG ditutup turun 0,37% ke level 7.362,12 pada Kamis (12/3/2026). Volatilitas harga minyak Brent dan WTI imbas konflik Iran-Israel jadi pemicu utama.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389 pada Rabu (11/3). Investor cenderung profit taking dan short-term trading jelang libur panjang Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved