Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026). Kombinasi tekanan dari tensi geopolitik mancanegara serta kekhawatiran inflasi domestik menjadi pemicu utama aksi jual investor.
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah sebesar 43,45 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.048,22. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga mengalami koreksi tipis sebesar 1,68 poin (0,23 persen) ke posisi 715,81.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa pergerakan indeks hari ini sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan internal yang membuat investor cenderung mengambil langkah defensif.
Dari sisi mancanegara, pelaku pasar terus mencermati keberlangsungan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Ketegangan ini berdampak langsung pada fluktuasi harga energi global, terutama kenaikan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran terhadap biaya logistik dan produksi global.
Di dalam negeri, kecemasan investor tertuju pada potensi kenaikan angka inflasi. Selain itu, pergerakan nilai tukar (kurs) Mata Uang Rupiah yang fluktuatif menambah tekanan bagi pasar ekuitas. "Investor cenderung defensif, terlihat dari adanya rotasi ke saham energi dan komoditas, serta mulai sangat selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps)," ujar Reydi.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor berakhir di zona negatif. Sektor transportasi & logistik mencatat penurunan terdalam hingga 4,10 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor energi yang turun 2,53 persen dan sektor teknologi sebesar 1,33 persen.
Namun, di tengah pelemahan indeks, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau:
| Sektor | Kenaikan (%) |
|---|---|
| Barang Konsumen Primer | 1,32% |
| Kesehatan | 0,43% |
| Properti | 0,33% |
Sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan (Top Gainers) di antaranya adalah WEHA, POLA, CHEM, YPAS, dan BANK. Sebaliknya, barisan saham yang mengalami pelemahan terdalam (Top Losers) meliputi MDIY, GSMF, DATA, PPRE, dan NZIA.
Kondisi pasar di Asia secara umum juga cenderung melemah. Indeks Nikkei Tokyo anjlok 1,27 persen dan Shanghai Composite turun 0,80 persen. Hanya Hang Seng Hong Kong yang mampu mencatat penguatan tipis 0,15 persen pada perdagangan sore ini.
IHSG masih tertekan akibat konflik Timur Tengah dan risiko kenaikan harga minyak, namun berpotensi ditopang sektor komoditas dan stabilitas ekonomi domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
Tekanan geopolitik kembali menghantam pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore.
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved