Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

IHSG Hari ini 31 Maret 2026 Ditutup Melemah 0,61 Persen

Media Indonesia
31/3/2026 17:22
IHSG Hari ini 31 Maret 2026 Ditutup Melemah 0,61 Persen
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026).(Antara/Asprilla Dwi Adha)

LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026). Kombinasi tekanan dari tensi geopolitik mancanegara serta kekhawatiran inflasi domestik menjadi pemicu utama aksi jual investor.

Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah sebesar 43,45 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.048,22. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga mengalami koreksi tipis sebesar 1,68 poin (0,23 persen) ke posisi 715,81.

Analisis Penyebab Pelemahan IHSG Hari Ini

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa pergerakan indeks hari ini sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan internal yang membuat investor cenderung mengambil langkah defensif.

1. Sentimen Global: Tensi AS-Iran dan Harga Energi

Dari sisi mancanegara, pelaku pasar terus mencermati keberlangsungan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Ketegangan ini berdampak langsung pada fluktuasi harga energi global, terutama kenaikan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran terhadap biaya logistik dan produksi global.

2. Sentimen Domestik: Inflasi dan Kurs Rupiah

Di dalam negeri, kecemasan investor tertuju pada potensi kenaikan angka inflasi. Selain itu, pergerakan nilai tukar (kurs) Mata Uang Rupiah yang fluktuatif menambah tekanan bagi pasar ekuitas. "Investor cenderung defensif, terlihat dari adanya rotasi ke saham energi dan komoditas, serta mulai sangat selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps)," ujar Reydi.

Statistik Perdagangan 31 Maret 2026:
  • Frekuensi Transaksi: 1.748.005 kali
  • Volume Saham: 27,26 miliar lembar
  • Nilai Transaksi: Rp14,95 triliun
  • Pergerakan Saham: 262 naik, 406 turun, 151 stagnan

Performa Sektoral: Transportasi Merosot Tajam

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor berakhir di zona negatif. Sektor transportasi & logistik mencatat penurunan terdalam hingga 4,10 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor energi yang turun 2,53 persen dan sektor teknologi sebesar 1,33 persen.

Namun, di tengah pelemahan indeks, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau:

Sektor Kenaikan (%)
Barang Konsumen Primer 1,32%
Kesehatan 0,43%
Properti 0,33%

Top Gainers dan Top Losers

Sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan (Top Gainers) di antaranya adalah WEHA, POLA, CHEM, YPAS, dan BANK. Sebaliknya, barisan saham yang mengalami pelemahan terdalam (Top Losers) meliputi MDIY, GSMF, DATA, PPRE, dan NZIA.

Kondisi pasar di Asia secara umum juga cenderung melemah. Indeks Nikkei Tokyo anjlok 1,27 persen dan Shanghai Composite turun 0,80 persen. Hanya Hang Seng Hong Kong yang mampu mencatat penguatan tipis 0,15 persen pada perdagangan sore ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya