Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terhadap penyelenggaraan “Satu dalam Cita” di Solo, Jawa Tengah, menasbihkan posisinya sebagai perbankan nasional yang konsisten berperan aktif dalam merawat kebudayaan luhur Indonesia.
Partisipasi penuh BCA dalam perhelatan ini diharapkan tidak hanya memberi dampak positif terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia, tapi juga membawa multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
"Satu dalam Cita" merupakan rangkaian acara yang terdiri dari Pertunjukkan Sudamala: Dari Epilog Calonarang, Pasar Kangen, Sudamala Tour, Royal Heritage Dinner, Ruwat Bumi Pura Mangkunegaran, dan Lokakarya Kesenian di Pura Mangkunegaran, Solo.
Baca juga: Dukung Seni dan Budaya, BCA Sponsori Gelar Budaya 'Satu dalam Cita'
Pertunjukkan Sudamala sendiri melibatkan ratusan seniman, pegiat seni, dan tenaga profesional. Belum lagi di Pasar Kangen yang diikuti oleh puluhan UMKM sehingga menghadirkan perputaran ekonomi yang lebih kencang di rangkaian acara tersebut.
Dukung Kegiatan Kesenian dan Kebudayaan
Dalam konferensi pers acara "Satu Dalam Cita", Jumat (23/6), EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan bahwa BCA senantiasa mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan yang positif dan memiliki nilai yang selaras dengan perusahaan, sekaligus turut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat.
“Kami meyakini Indonesia memiliki potensi ekonomi sangat besar dan membutuhkan identitas sesuai jati diri bangsa," kata Hera.
Baca juga: Dukung Jazz Gunung Bromo, BCA Komitmen Majukan Industri Kreatif dan Pariwisata
"Namun tidak hanya itu, dampak ekonomi dari kegiatan kebudayaan ini dapat menimbulkan multiplier effect yang luar biasa. Mulai dari transportasi, menginap di hotel, hingga belanja, semua terdampak, jelasnya.
"Bayangkan jika semua itu turut dilakukan oleh tamu dan pengunjung lainnya, berapa banyak pelaku bisnis yang menerima manfaat, tentunya termasuk seniman, pegiat seni, dan pelaku UMKM yang terlibat,” ujar Hera.
Sebagai informasi, sebagai perusahaan yang mengedepankan praktik bisnis berkelanjutan, BCA senantiasa berupaya agar keberadaan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi atau profit, namun juga turut memberikan dampak positif bagi pemangku kepentingan dan lingkungan.
Atas dasar tersebut, dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bawah payung Bakti BCA, perseroan merancang rangkaian program inklusif untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Program Bakti BCA
Salah satu pilar dalam program Bakti BCA adalah Bakti Budaya yang merupakan perwujudan komitmen BCA dalam melestarikan ragam seni, budaya, dan tradisi nusantara.
Baca juga: BCA Gelar Program 'I’m Capable' Dukung Penyandang Disabilitas Berkarya
Program ini turut mengusung kolaborasi dengan sejumlah pelaku kesenian dan industri kreatif, merangkul generasi muda untuk turut melestarikan budaya bangsa, serta diselenggarakan secara holistik di penjuru Tanah Air.
Sebelum berpartisipasi dalam dalam acara "Satu dalam Cita", BCA telah memiliki riwayat panjang dalam mendukung pelestarian budaya nusantara.
Beberapa di antaranya adalah program “Wayang for Student” yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada generasi muda dalam melestarikan seni budaya wayang sejak tahun 2012.
Atas konsistensi program budaya tersebut, BCA memecahkan rekor MURI sebagai “Perusahaan dengan Kegiatan Pelestarian Budaya Wayang Terbanyak”.
Baca juga: BCA Dukung Kembali Pelepasliaran Lima Orangutan di Kalimantan
Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya, BCA menyelenggarakan pagelaran drama wayang berjudul “Hanoman: Ada Apa dengan Shinta?” dan pameran komik strip wayang pada Maret 2023.
Pagelaran ini melibatkan lebih dari 100 pemuda dan pelajar bertalenta, serta mencatat lebih dari 1.000 pengunjung yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pihak kementerian/lembaga yang terkait dengan kebudayaan.
BCA juga terlibat aktif dalam pelestarian wastra khas Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berkolaborasi dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia, BCA turut membina 28 perempuan penenun di sana untuk melestarikan tenun khas Timor Tengah Selatan dan menjadikannya produk eco fashion yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat, sekaligus turut melestarikan lingkungan. (RO/S-4)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved