Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Gempa tektonik dengan magnitudo 6,0 mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah selatan Jawa. Guncangan terjadi pada pukul 00.04 WIB, Kamis (8/6).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pusat gempa terletak pada koordinat 9,15° LS dan 110,64° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 128 kilometer arah Selatan Gunungkudul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada kedalaman 46 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalamannya, gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan nai," ucap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Kamis.
Baca juga: BMKG: Sumatra Selatan Bakal Terdampak Kekeringan, Antisipasi Lebih Dini
Gempa tersebut dirasakan penduduk Yogyakarta dan mengakibatkan banyak barang yang terpelanting dan hancur.
Selain di Yogyakarta, kondisi yang sama juga terjadi di Ponorogo. Kendati demikian, hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan parah yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami.
BMKG pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk sementara, warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak.
Baca juga: Sejumlah Wilayah Masuki Musim Kemarau, BMKG: Siaga Karhutla dan Kekeringan
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tandasnya. (Z-11)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved