Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMELIHARA kucing dan anjing, dua hewan peliharaan paling umum di Indonesia, membutuhkan rata-rata biaya perawatan yang berbeda, menurut survei yang dilakukan Jakpat pada 2023.
Mana yang lebih mahal, memelihara anjing atau kucing?
Survei Jakpat, yang melibatkan 1.225 responden, menunjukkan rata-rata biaya perawatan satu anjing yakni Rp1,8 juta setiap bulan, sedangkan kucing Rp1,4 juta.
Baca juga: The Bellezza Permata Hijau Gelar Ajang Edukasi Bagi Pemilik Hewan Peliharaan
Dari total biaya itu, untuk makanan, pemelihara anjing rata-rata mengeluarkan biaya Rp1 juta per bulan, sementara untuk kucing Rp710 ribu.
"Masyarakat terlihat lebih banyak merogoh kocek untuk memelihara anjing dibandingkan kucing," kata Kepala Riset Jakpat Aska Primardi melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (27/5) .
Karena biaya perawatan yang lebih banyak dalam pemeliharaan anjing daripada kucing, maka dalam satu rumah tangga, jumlah anjing yang dipelihara lebih sedikit daripada jumlah kucing.
Baca juga: Sterilisasi Kucing Baik untuk Kesehatan dan Menekan Populasi
Rata-rata responden memelihara dua ekor anjing di rumahnya, sementara kucing sebanyak tiga ekor.
"Namun demikian, dana yang lebih besar ini masih bisa diterima oleh pecinta hewan selama mereka masih dapat menemukan pengalaman positif dari aktivitas ini," tutur Aska.
Mengenai merek produsen makanan yang paling banyak dibeli pemelihara anjing, tiga yang teratas yakni Happy Dog, Pedigree, dan Royal Canin. Happy Dog menjadi makanan yang paling banyak dibeli responden dengan persentase 42%, diikuti Pedigree dan Royal Canin dengan persentase masing-masing 40%.
Sementara untuk kucing, Whiskas, Me-O, dan Royal Canin menduduki tiga teratas merek yang paling dikenal dan dibeli. Sebanyak 56% responden membeli merek Whiskas untuk anabul atau anak bulu mereka, disusul Me-O (34%) dan Bolt (29%).
Di antara beragam alasan memilih merek makanan, sebanyak 73% responden mengaku memilih merek tertentu karena cocok untuk hewan peliharaan mereka. Alasan terbanyak lainnya yakni merek itu mudah ditemukan (66%) dan memiliki kualitas bagus (58%).
Survei Jakpat menunjukkan, kucing menjadi hewan yang paling banyak dipelihara responden. Sekitar satu dari empat responden memelihara spesies itu.
Sementara peliharaan terbanyak kedua yakni ikan dengan persentase 29%, diikuti burung (20%) dan anjing (12%).
Laporan itu juga memperlihatkan 34% responden mendapatkan hewan peliharaan dengan cara membelinya, kemudian mengambil hewan jalanan (30%) dan mendapatkannya dari kenalan (28%).
Kebanyakan responden memberi makan binatang peliharaan mereka sebanyak tiga kali sehari, terutama untuk kucing (67%) dan hewan pengerat (51%) seperti hamster. Sementara, hewan yang biasanya diberi makan dua kali sehari adalah ayam (65%), reptil (61%), anjing (51%), dan ikan (49%). (Ant/Z-1)
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding perempuan. Apakah ini bentuk manipulasi atau sekadar adaptasi sosial?
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Penelitian terbaru menemukan DNA serigala masih tersisa pada mayoritas ras anjing modern.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menganalisis 643 tengkorak anjing dan serigala baik modern maupun purba yang berusia hingga sekitar 50.000 tahun.
Pergub diharapkan akan bermanfaat terutama untuk melindungi hewan-hewan peliharaan yakni anjing dan kucing.
Terlebih rencana ini sudah lama menjadi aspirasi konstituen PDI Perjuangan, partai yang menjagokan Pramono Anung-Rano Karno dalam Pilkada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved