Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Anjing Ternyata Bisa Belajar Bahasa dengan 'Menguping' Layaknya Balita

Thalatie K Yani
27/1/2026 10:00
Anjing Ternyata Bisa Belajar Bahasa dengan 'Menguping' Layaknya Balita
Ilustrasi(freepik)

PARA orangtua balita tentu mafhum anak-anak adalah pendengar yang luar biasa. Di usia 16 hingga 18 bulan, anak kecil mulai menyerap kata-kata baru hanya dengan menyimak percakapan orang dewasa di sekitar mereka. Namun, pernahkah Anda terpikir anjing peliharaan Anda juga melakukan hal yang sama?

Sebuah studi terbaru dari University of Veterinary Medicine di Wina, Austria, mengungkapkan temuan mengejutkan. Anjing tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mampu belajar bahasa dengan cara yang sangat mirip dengan balita. Beberapa anjing bahkan bisa mengetahui nama objek baru hanya dengan "menguping" percakapan pemiliknya.

Eksperimen "Pintar Menyimak"

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan memfokuskan studi pada anjing yang memiliki kemampuan pemahaman kata tingkat tinggi, atau yang disebut sebagai "pembelajar kata berbakat". Anjing-anjing ini diperkenalkan pada mainan baru dengan nama unik melalui dua cara, interaksi langsung saat bermain dan hanya menyimak percakapan antarpemilik yang sedang memegang mainan tersebut.

Hasilnya luar biasa. Anjing-anjing tersebut mampu memilih mainan yang tepat saat namanya disebutkan kembali, baik mereka mempelajarinya lewat komunikasi langsung maupun hanya dengan menyimak. Hebatnya lagi, ingatan tersebut bertahan hingga dua minggu kemudian.

"Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa anjing pembelajar kata yang berbakat memiliki keterampilan sosiokognitif yang secara fungsional sejajar dengan anak-anak berusia 18 bulan," tulis penulis studi tersebut.

Terobosan dalam Hubungan Manusia-Hewan

Philip Tedeschi, pendiri Institute for Human-Animal Connection di University of Denver, menyebut temuan ini sebagai terobosan besar. Kejutannya bukan pada fakta bahwa anjing memperhatikan manusia, tetapi pada kemampuan mereka menyimpulkan makna kata dari konteks tanpa penguatan (hadiah) eksplisit.

"Ini adalah pintasan kognitif yang sebelumnya kita pikir hanya menjadi domain anak manusia," ungkap Tedeschi. Ia berharap temuan ini dapat mengubah cara pemilik melatih hewan mereka, dari latihan repetitif yang membosankan menjadi komunikasi harian yang lebih bermakna.

Apakah Semua Anjing Bisa Melakukannya?

Meskipun menarik, perlu dicatat bahwa kemampuan ini tidak dimiliki oleh semua anjing. Julia Hunt, DVM, dari Lincoln Memorial University, menjelaskan dalam pengujian terhadap "anjing keluarga" biasa, hasilnya tidak sesignifikan anjing berbakat. Ras Border Collie yang dikenal sangat cerdas pun tidak selalu menunjukkan hasil yang lebih baik dari sekadar peluang acak.

Artinya, sementara beberapa anjing sangat mahir menyerap bahasa, kemampuan ini tetap bergantung pada bakat individu masing-masing hewan.

Tips Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anjing Anda

Meski tidak semua anjing menjadi "pakar bahasa", Anda tetap bisa mendorong kemampuan mereka dengan cara berikut:

  • Pegang Objeknya: Pastikan mainan atau benda ada di tangan saat Anda menyebutkan namanya untuk membentuk koneksi visual-kata.
  • Gunakan Ekspresi: Berbicaralah dengan nada antusias dan gunakan kontak mata, persis seperti saat berbicara dengan balita.
  • Konsistensi dan Repetisi: Riset menunjukkan pengulangan kata sekitar sepuluh kali membantu ingatan anjing lebih kuat.
  • Bicara Jelas: Bicara secara perlahan dan artikulasi yang jelas membantu anjing menangkap bunyi kata dengan lebih baik.

Penelitian ini semakin menegaskan memperlakukan anjing sebagai anggota keluarga yang aktif berinteraksi tidak hanya memperdalam ikatan emosional, tetapi juga menstimulasi lingkungan kognitif mereka. (Parents/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya