Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA orangtua balita tentu mafhum anak-anak adalah pendengar yang luar biasa. Di usia 16 hingga 18 bulan, anak kecil mulai menyerap kata-kata baru hanya dengan menyimak percakapan orang dewasa di sekitar mereka. Namun, pernahkah Anda terpikir anjing peliharaan Anda juga melakukan hal yang sama?
Sebuah studi terbaru dari University of Veterinary Medicine di Wina, Austria, mengungkapkan temuan mengejutkan. Anjing tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mampu belajar bahasa dengan cara yang sangat mirip dengan balita. Beberapa anjing bahkan bisa mengetahui nama objek baru hanya dengan "menguping" percakapan pemiliknya.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan memfokuskan studi pada anjing yang memiliki kemampuan pemahaman kata tingkat tinggi, atau yang disebut sebagai "pembelajar kata berbakat". Anjing-anjing ini diperkenalkan pada mainan baru dengan nama unik melalui dua cara, interaksi langsung saat bermain dan hanya menyimak percakapan antarpemilik yang sedang memegang mainan tersebut.
Hasilnya luar biasa. Anjing-anjing tersebut mampu memilih mainan yang tepat saat namanya disebutkan kembali, baik mereka mempelajarinya lewat komunikasi langsung maupun hanya dengan menyimak. Hebatnya lagi, ingatan tersebut bertahan hingga dua minggu kemudian.
"Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa anjing pembelajar kata yang berbakat memiliki keterampilan sosiokognitif yang secara fungsional sejajar dengan anak-anak berusia 18 bulan," tulis penulis studi tersebut.
Philip Tedeschi, pendiri Institute for Human-Animal Connection di University of Denver, menyebut temuan ini sebagai terobosan besar. Kejutannya bukan pada fakta bahwa anjing memperhatikan manusia, tetapi pada kemampuan mereka menyimpulkan makna kata dari konteks tanpa penguatan (hadiah) eksplisit.
"Ini adalah pintasan kognitif yang sebelumnya kita pikir hanya menjadi domain anak manusia," ungkap Tedeschi. Ia berharap temuan ini dapat mengubah cara pemilik melatih hewan mereka, dari latihan repetitif yang membosankan menjadi komunikasi harian yang lebih bermakna.
Meskipun menarik, perlu dicatat bahwa kemampuan ini tidak dimiliki oleh semua anjing. Julia Hunt, DVM, dari Lincoln Memorial University, menjelaskan dalam pengujian terhadap "anjing keluarga" biasa, hasilnya tidak sesignifikan anjing berbakat. Ras Border Collie yang dikenal sangat cerdas pun tidak selalu menunjukkan hasil yang lebih baik dari sekadar peluang acak.
Artinya, sementara beberapa anjing sangat mahir menyerap bahasa, kemampuan ini tetap bergantung pada bakat individu masing-masing hewan.
Meski tidak semua anjing menjadi "pakar bahasa", Anda tetap bisa mendorong kemampuan mereka dengan cara berikut:
Penelitian ini semakin menegaskan memperlakukan anjing sebagai anggota keluarga yang aktif berinteraksi tidak hanya memperdalam ikatan emosional, tetapi juga menstimulasi lingkungan kognitif mereka. (Parents/Z-2)
Laporan SMACC 2021 menempatkan negara ini di peringkat pertama dunia terkait unggahan konten penyiksaan hewan.
Riset terbaru menunjukkan hormon dalam air liur anjing berkaitan erat dengan temperamennya. Cara baru ini bantu pemilik dan pelatih kenali anjing lebih akurat.
Penelitian genetik terbaru mengungkap cacing jantung menyebar lewat migrasi anjing liar purba, jauh sebelum manusia mendomestikasi hewan peliharaan.
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Penelitian terbaru menemukan DNA serigala masih tersisa pada mayoritas ras anjing modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved