Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, pemilik anjing percaya hewan peliharaan mereka hanya bisa belajar melalui perintah langsung atau pelatihan intensif. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Eötvös Loránd (ELTE) di Budapest, Hungaria, mengungkap fakta mengejutkan. Sebagian anjing yang memiliki kemampuan kognitif luar biasa ternyata mampu mempelajari nama objek baru hanya dengan mendengarkan percakapan orang dewasa di sekitarnya.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Shany Dror ini berfokus pada kelompok langka yang disebut Gifted Word Learner (GWL) atau "Anjing Pembelajar Kata Berbakat". Dari 10 anjing yang diuji, tujuh di antaranya berhasil mengenali nama mainan baru meskipun pemiliknya tidak sedang mengajari mereka secara langsung.
Dalam eksperimen yang dilakukan di lingkungan rumah tangga biasa, para pemilik diminta melakukan dua skenario. Pertama, pengajaran langsung. Kedua, skenario di mana pemilik hanya mengobrol dengan orang dewasa lain sambil memegang mainan baru tersebut tanpa berbicara kepada sang anjing.
Hasilnya luar biasa. Akurasi anjing dalam mengambil mainan yang tepat mencapai 80% setelah pengajaran langsung, dan melonjak hingga 100% dalam kondisi "menguping". Hal ini membuktikan anjing-anjing tersebut menyimpan pola suara dalam memori mereka dan menghubungkannya dengan objek nyata tanpa perlu diperintah.
"Temuan kami menunjukkan proses sosio-kognitif yang memungkinkan pembelajaran kata dari ucapan yang didengar secara tidak sengaja tidaklah unik hanya pada manusia," ungkap Dr. Dror.
Penelitian ini juga menguji kemampuan anjing dalam menjembatani persepsi visual dan pendengaran. Pemilik menunjukkan mainan, menyembunyikannya di dalam ember, lalu menyebutkan namanya saat anjing tidak bisa melihat mainan tersebut. Sebagian besar anjing tetap berhasil memilih dengan benar.
Hebatnya lagi, kemampuan ingatan ini bersifat stabil. Saat diuji kembali dua minggu kemudian, performa anjing-anjing ini tetap konsisten. Hal ini menunjukkan adanya konsolidasi memori, di mana informasi yang disimpan menjadi permanen dan tidak hanya sekadar ketertarikan sesaat pada benda baru.
Meskipun hasilnya memukau, peneliti memberikan catatan penting. Kemampuan ini hanya ditemukan pada kelompok anjing "berbakat" dan tidak mewakili populasi anjing secara umum. Pada kelompok anjing keluarga biasa, pilihan mereka cenderung didorong oleh rasa penasaran terhadap benda baru (novelty preference) daripada pengenalan kata yang sebenarnya.
Keberhasilan anjing-anjing jenius ini bergantung pada kemampuan mereka "membaca situasi". Mereka melacak arah pandangan manusia dan perhatian sosial dalam sebuah percakapan.
"Di bawah kondisi yang tepat, beberapa anjing menunjukkan perilaku yang sangat mirip dengan anak kecil," tambah Dr. Dror. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science ini membuka jendela baru bagi para ilmuwan untuk memahami bagaimana otak hewan mengaitkan suara dengan dunia nyata dalam interaksi sosial sehari-hari. (Earth/Z-2)
Sebuah studi baru menunjukkan anjing pintar bisa belajar kosakata baru hanya dengan menyimak percakapan pemiliknya, persis seperti balita usia 18 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved