Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH Yogyakarta dan Bandung, kali ini Surabaya terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Workshop “Menuju Industri Perfilman” baru-baru ini
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekrfa) Sandiaga Uno, mengatakan kegiatan workshop merupakan salah satu program Festival Film Bulanan yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mengarahkan sineas lokal agar masuk industri perfilman nasional.
“Kegiatan Workshop Menuju Industri Perfilman memang dirancang untuk memacu sineas lokal supaya melek industri. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing sehingga nantinya karya-karya mereka bisa menghasilkan nilai ekonomi, serta memberi manfaat untuk masyarakat luas”, ujar Sandiaga Uno dalam keterangan pers, Jumat (26/5).
Baca juga: Program Sinema Keliling Dorong Perkembangan Ekosistem Perfilman Nasional
Workshop yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 20 peserta yang telah berpartisipasi di Festival Film Bulanan Lokus 3 (DKI Jakarta dan Jawa Timur).
Adapun pesertanya terdiri dari produser, sutradara/asisten sutradara dan penulis naskah yang mewakili berbagai komunitas film asal Jakarta, Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Mojokerto, Sidoarjo, Trenggalek, dan Ponorogo.
Selama mengikuti kelas, peserta saling bertukar pikiran dan pengalaman dengan para pelaku industri perfilman nasional seperti Jeihan Angga (Sutradara/Penulis Naskah), Windha Pramesti (Line Producer/Dosen Jogja Film Academy), Greg Arya (Editor), dan Edy Wibowo (Pengarah Artistik).
Turut hadir pula perwakilan Founder Festival Film Bulanan, Vera Damayanti, Head of Marketing FlipFlop TV, Indra Agus Rahman, dan Konsultan Kekayaan Intelektual, Moh. Fahrial Amrullah.
Baca juga: Dua Film Terpilih Festival Film Bulanan Layak Diapresiasi dan Mengagumkan
Selain dikenalkan dengan dunia industri perfilman, para peserta workshop juga diberi pelatihan bagaimana menyusun proposal film, mendistribusikan film, merancang film yang bisa dipasarkan, budgeting, sampai proses pitching.
Pitching Langsung dengan Investor
Di hari ketiga, setiap peserta diberi kesempatan untuk pitching langsung dengan investor. Bagi peserta yang proposalnya terpilih, akan mendapat pendanaan dan pendampingan produksi dari FlipFlop TV, hingga penayangan secara eksklusif.
Salah satu peserta, Rehal Supuntari dari Studio Cerita Mojokerto, terlihat antusias mengikuti jalannya workshop.
“Saya berterima kasih pada Festival Film Bulanan. Jika tahun lalu hanya sebuah festival yang menghargai suatu karya dalam bentuk apresiasi saja, di tahun ini mengubah konsep secara total di mana ada workshop, ada Sinema Keliling," katanya.
"Di workshop ini sendiri, kita diajari berbagai macam, mulai dari produksi, soal produserial, directing, distribusi, dan diberi kesempatan untuk pitching langsung dengan investor”, tutur Rehal.
Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Sineas Bali, NTB, dan NTT Partisipasi di Festival Film Bulanan
Daffafitra Mangussara asal Jakarta mengatakan, “Pastinya seneng sih karena ketemu sineas-sineas yang sangat luar biasa ilmunya dan saling sharing juga itu yang membuat acara ini lebih memuaskan."
"Workshop-nya juga enggak cuma mentornya ngejelasin sesuai materi tapi beberapa teknis industri juga dijelasin di mana kampus aku sendiri enggak terlalu banyak dieksplor, itu yang bikin aku terkesan”, ungkap Daffa.
Paham Intellectual Property
Moh. Fahrial Amrullah, Konsultan Kekayaan Intelektual yang baru pertama kali bersinergi dengan kegiatan ini mengatakan, “Acara ini menurut saya menarik ya, antusiasme dari pesertanya, interaksinya juga bagus, dari pertanyaan-pertanyaan mereka sepertinya ingin mendalami banget mengenai Intellectual Property.”
Mohammad Amin selaku Direktur Musik, Film dan Animasi, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga menghadiri workshop.
Dalam sambutannya, Muhammad Amin berharap kegiatan Workshop Festival Film Bulanan ini menjadi semacam terapi pada titik akupuntur yang tepat, sehingga bisa memberikan efek berantai yang positif, menyehatkan, dan memperkuat ekosistem perfilman di daerah yang mandiri dan sejahtera.
“Harapan selanjutnya, dapat menebalkan rasa percaya diri sineas daerah untuk memproduksi film secara berkelanjutan, berkolaborasi, berjejaring, bersaing, dan mengukir prestasi pada level yang lebih tinggi”, tutup Mohammad Amin. (RO/S-4)
Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, antara lain berisi 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 Botol sirup dan 0,5 kilogram gula pasir.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama SKIES Indonesia menggelar Workshop Baking Takjil Viral di Aula Kelurahan Jatisampurna, Bekasi pada Kamis (12/3) lalu.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.
BUKA peluang usaha, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar workshop baking kue Lebaran di Mall Basura, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (11/3).
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
JELANG penayangan, film Pelangi di Mars menyapa publik dengan sebuah balon raksasa setinggi 10 meter. Hadir di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.
FCU terlibat langsung dalam proses pengembangan bisnis para partner, mulai dari perumusan strategi, positioning merek, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar.
BEAST 2025 mempertemukan perusahaan kreatif lokal dengan perusahaan internasional guna membuka potensi kerja sama bisnis dan kolaborasi studio lintas negara.
Kemenekraf memperkuat jejaring industri kreatif Indonesia ke pasar global melalui JAFF Market 2025. Acara ini menghadirkan 10 IP unggulan serta membuka peluang investasi
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti potensi besar generasi muda Tanah Datar yang tampil memukau dalam rangkaian acara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved