Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNDA Merah Putih (BMP) kembali memberikan pencerahan kepada masyakarat terkait pentingnya pencegahan stunting untuk masa depan anak Indonesia yang jauh lebah baik.
"Sebab merekalah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas 2045 kalau modal dasarnya yaitu anak-anak bangsa mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif, dan kesehatannya," ujar Ketua BMP Angela Brigita di GOR Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (21/5).
Ajang yang mengangkat tema Anak Sehat Indonesia Hebat itu dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Kepada mereka diberikan informasi terkait pencegahan serta penanganan stunting. Masalah stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Menurutnya Bunda Gita- sapaan Angela Brigita- kampanye yang tengah dijalankan pemerintah tentunya perlu mendapat dukungan dari berbagai lini. Peningkatan kesadaran akan ancaman stunting dan kemauan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat adalah salah satu kunci keberhasilan kampanye nasional ini.
Hal tersebut juga sejalan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meluncurkan program Gerakan Cegah Stunting Masa Depan Cerah (Kancing Merah) dalam rangka menekan angka stunting untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Jateng. Nantinya, gerakan tersebut terus digulirkan hingga ke seluruh wilayah di Indonesia.
Sementara itu, ahli gizi dari RS Yadika Pondok Bambu, Tutik Hariyanti, mengatakan bahwa stunting dapat mempengaruhi pada perkembangan dari kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.
Stunting juga akan mempengaruhi kecerdasan pada anak. Biasanya anak stunting memiliki kecerdasan di bawah rata-rata sehingga akan berdampak pada prestasi belajarnya.
"Bahkan sistem imun tubuh anak tidak baik, dan anak akan mudah sakit. Kemudian anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Gizi yang baik dan tubuh yang sehat merupakan kunci dari pencegahan stunting," papar Tutik.
Untuk mencegah stunting, lanjut Tutik, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui, memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya, seiring pertambahan usia anak. "Ini menjadi sangat penting yang harus diperhatikan orang tua, agar anak-anak kita dapat terhindar dari masalah stunting," tutupnya. (RO/O-2)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Studi health economics menunjukkan pemberian PKMK pada anak berisiko gagal tumbuh mampu mencegah stunting sejak dini dan menghemat biaya kesehatan hingga empat kali lipat.
ANGGOTA Komisi IX DPR F-NasDem Irma Suryani mengkritik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu spageti dan burger kepada siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved