Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menyampaikan bahwa hak kesehatan anak dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan tidak boleh diabaikan, sehingga RUU Kesehatan bisa menjadi gerbang penentu intervensi perlindungan kesehatan anak.
Hak kesehatan anak menjadi isu yang sangat penting dalam kluster konvensi hak anak. Diketahui sampai saat ini masih ditemukan kasus ibu yang terlanjur melahirkan yang belum terlayani tenaga kesehatan, adanya obat berbahaya untuk anak.
Kemudian kasus keterlambatan imunisasi lengkap pada anak yang menyebabkan menjadi penyakit yang harusnya bisa dicegah. Namun, sarana untuk pergi ke fasilitas kesehatan yang belum menunjang.
Baca juga : RUU Kesehatan Perlu Melindungi Kesehatan Anak
Kita masih mendapati ibu hamil yang harus mendapatkan penanganan persalinan segera dengan ditandu, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) terkait aborsi karena kejahatan seksual, traficking, perdagangan orang, eksploitasi.
"Kita juga masih berhadapan dengan pandemi, dalam UU Kesehatan eksisting sudah jelas dalam struktur, bagaimana tugas dan fungsi dari penyelenggara kesehatan mulai dari pusat sampai daerah. Hanya realitanya di lapangan, yang satu bilang gas, yang satu lagi bilang injak rem. Pandemi yang sudah kita hadapi 3 tahun, masih ada seperti ini," kata Ai Maryati dalam keterangannya, Rabu (17/5).
Baca juga : Angka Wasting Anak Indonesia Meningkat, Kenali Tandanya
Perlindungan pada anak juga harus dimulai sejak dalam masa kandungan. Dalam konsep menyeluruh dari anak yang sehat, yang ke depan akan mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik serta akan tumbuh dewasa sebagai individu yang produktif dan mandiri.
Diketahui kasus mal nutrisi masih tinggi, meski Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan angka stunting menurun menjadi 21%, tapi sebenarnya dalam praktek sehari-hari para dokter masih banyak menemukan kasus underweight atau kurus, dan kalau tidak di intervensi akan menjadi stunting.
"Sehingga situasi ini akan mempengaruhui ketahanan tubuh, karena nutrisi yang tidak cukup, daya tahan tubuh menurun, kekuatan otot menurun, sehingga motorik terganggu, sehinga kecerdasan melambat. Hal ini terbukti dalam penelitian anak mengalami stunting yang IQ lebih rendah," ujarnya.
Dengan rendahnya tumbuh kembang anak menyebabkan disabilitas intelektual pada anak. Ketika anak mengalami stunting maka ada delay, tidak hanya motorik, kemampuan berbahasa dan pemahamannya berkurang dan anak mengalami stunting.
"Tidak tertangani dengan baik di masa emas, di dua tahun pertama, terhitung sejak dari saat mengandung, maka akan jadi anak bermasalah di sekolah, tidak bisa mengikuti sekolah, mengalami bullying di berbagai tempat, dan terlibat berbagai macam gangguan perilaku dan kenakalan remaja," ungkapnya. (Z-4)
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
KESEHATAN anak menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama saat memasuki musim hujan yang membawa perubahan cuaca ekstrem. Di periode ini, anak-anak sangat rentan mengalami alergi.
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved