Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Imunisasi Dewasa Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) Sukamto Koesnoe mengingatkan vaksin HPV penting diberikan pada perempuan untuk mencegah kanker serviks.
"Untuk yang belum menikah, bahkan sudah menikah sebetulnya tidak masalah dilaksanakan vaksinasi HPV," kata Sukamto, dikutip Selasa (16/5).
Human Papillomavirus Vaccine (HPV) merupakan vaksin yang diberikan untuk menurunkan risiko serta membantu melindungi perempuan dari infeksi human papillomavirus, penyebab utama kanker serviks.
Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV Sejak Dini
Saat ini, vaksin HPV masuk ke dalam program pemerintah sebagai pemberian vaksin wajib bagi anak berusia di bawah 15 tahun.
Sukamto menjelaskan vaksin HPV dapat diberikan pada perempuan yang sudah menikah. Namun, efektivitas vaksin pada perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual dinilai tidak sebesar efektivitas vaksin HPV yang diberikan kepada anak-anak.
Meski demikian, perempuan dewasa, baik yang sudah menikah ataupun belum, tetap dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri di rumah sakit yang menyediakan layanan vaksin tersebut.
Baca juga: Dokter Sebut tidak Ada Obat untuk Infeksi HPV
Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Hartono Gunardi mengatakan kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua untuk perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara.
Oleh sebab itu, pemerintah melaksanakan program wajib vaksin HPV bagi anak usia di bawah 15 tahun untuk menurunkan angka pasien kanker serviks di Indonesia.
"Kepada anak kelas 5 SD akan diberikan vaksin HPV dan saat kelas 6 SD vaksin HPV diberikan lagi sebagai booster," kata Hartono.
Vaksin HPV setidaknya terdiri dari dua jenis, yaitu kuadrivalen dan bivalen. Vaksin HPV kuadrivalen juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk mencegah virus HPV penyebab penyakit jengger ayam pada kelamin atau kutil pada tubuh.
Vaksin HPV diberikan sebanyak dua kali kepada anak-anak, sementara kepada orang dewasa sebanyak tiga kali.
Seperti pemberian vaksin pada umumnya, vaksin HPV menimbulkan efek jangka pendek seperti nyeri pada lokasi suntikan atau demam ringan.
Sukamto mengatakan vaksin HPV tidak menimbulkan efek serius untuk jangka panjang.
Seseorang yang ingin mendapatkan vaksin HPV disarankan untuk berkonsultasi ke dokter supaya mengetahui jenis vaksin apa yang diperlukan untuk mencegah risiko penyakit. (Ant/Z-1)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Musim flu di New York tahun ini datang lebih awal dan menyebar lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved