Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TELINGA adalah organ indera yang bertanggung jawab untuk pendengaran. Setiap bagian telinga memiliki peranan penting dalam menyediakan informasi bunyi ke otak.
Tidak heran bila saat mengalami gangguan pendengaran, seperti infeksi telinga atau barotrauma, menurunnya fungsi pendengaran sering kali disertai hilangnya keseimbangan tubuh, misalnya jalan tampak sempoyongan.
Penyebab dari kondisi ini amat beragam. Salah satunya adalah paparan suara bising dalam waktu lama yang menimbulkan masalah atau gangguan pada sistem saraf pendengaran.
Baca juga : Pemakaian Ponsel dengan Suara Keras Bisa Sebabkan Penurunan Pendengaran
Nah, gangguan pendengaran ini terdiri dari beberapa jenis. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
1. Gangguan pendengaran sensorineural
Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika ada kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran.
Baca juga : Rawat Pendengaran Sejak Dini Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Jenis gangguan pendengaran ini biasanya bersifat permanen.
Penyebab gangguan telinga ini bisa berupa penyakit autoimun yang menyerang telinga, penyakit Meniere, hingga cedera kepala.
2. Gangguan pendengaran konduktif
Baca juga : Mengenal Pemeriksaan Real-ear Measurement (REM) untuk Atasi Masalah Pendengaran
Jenis gangguan pendengaran ini terjadi ketika gelombang suara tidak dapat mencapai telinga bagian dalam.
Penyebabnya bisa dipicu oleh penumpukan kotoran telinga, cairan, atau gendang telinga yang bocor.
Nah, selain dua gangguan tersebut, The American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), menambahkan satu kategori lainnya, yaitu:
Baca juga : RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Buka Layanan Fasilitas Kesehatan Pendengaran
3. Gangguan pendengaran campuran (mixed)
Terkadang, gangguan pendengaran konduktif terjadi bersamaan dengan gangguan pendengaran sensorineural. Artinya, mungkin ada kerusakan di telinga bagian luar, tengah, dan bagian dalam atau jalur saraf ke otak.
Apa pun yang menyebabkan gangguan pendengaran konduktif atau sensorineural, dapat menyebabkan gangguan pendengaran campuran.
Baca juga : Bagian-Bagian Telinga Manusia serta Proses Mendengar pada Hewan
Nah, setelah mengetahui jenis-jenis gangguan. Lantas bagaimana dengan cara mengatasinya?
Sebenarnya tujuan mengatasi atau mengobati gangguan pendengaran adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Tujuannya agar kondisi tidak semakin memburuk.
Umumnya, apabila gangguan pendengaran telinga dipicu oleh penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga luar atau telinga tengah, gangguan pendengaran bisa disembuhkan.
Baca juga : Penjelasan Indra Penikmat Cabang Seni Musik Manusia
Menurut National Institute on Aging, perawatan medis atau pembedahan biasanya dapat memulihkan gangguan pendengaran konduktif. Sedangkan gangguan pendengaran sensorineural, terutama disebabkan proses penuaan, pengobatannya bertujuan untuk meningkatkan fungsi pendengaran pasien.
Berikut ini beberapa cara mengatasi gangguan pendengaran menurut Johns Hopkins Medicine dan sumber-sumber lainnya.
Penyedia layanan kesehatan akan mencari pengobatan terbaik berdasarkan:
Baca juga : Polusi Udara Ternyata Juga Berdampak pada Kesehatan Mata dan Telinga
Pilihan pengobatan untuk gangguan pendengaran terkait usia mungkin termasuk yang berikut ini:
Selain itu, gangguan pendengaran juga dapat diatasi beberapa cara, yaitu:
Baca juga : Ini Dampak Negatif Penggunaan Earphone
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Jangan sepelekan gendang telinga berlubang! Dokter THT RSCM jelaskan risiko infeksi berulang terhadap gangguan pendengaran dan prosedur operasi Timpanoplasti untuk memperbaikinya.
Gangguan pendengaran konduktif bisa menyerang anak-anak hingga dewasa. Kenali penyebab seperti serumen & tuba eustachius serta cara penanganannya dari dokter THT.
Dokter THT RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo menjelaskan fungsi penting serumen (kotoran telinga) sebagai pelindung alami dari infeksi bakteri.
Dokter THT sarankan aturan 60-60 saat pakai headphone untuk cegah gangguan pendengaran permanen. Batasi volume 60% dan durasi 60 menit. Simak selengkapnya!
Dokter RSCM ingatkan orang tua: gangguan bicara bisa jadi tanda gangguan pendengaran pada anak. Kenali gejala babbling dan solusi terapi AVT di sini.
Telinga sendiri terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni telinga luar, tengah dan dalam yang masing-masing memiliki fungsinya.
Paparan suara yang sangat keras seperti dari speaker sound horeg bisa langsung merusak sel-sel rambut halus di koklea atau rumah siput.
Peneliti menemukan ikan zebera memiliki kemampuan regenerasi sel rambut sensorik, sel halus di telinga.
Penggunaan earphone dalam waktu yang lama dengan volume kencang biasanya dilakukan untuk mendengarkan musik.
Telinga kanan berdenging dalam Islam? Temukan makna spiritual, pertanda baik atau buruk, dan tafsir lengkapnya di sini!
OMSK adalah kondisi infeksi pada rongga telinga tengah ditandai adanya robekan lubang atau gendang telinga yang dapat menyebabkan keluar cairan dari liang telinga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved