Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis telinga, hidung, tenggorokan - kepala dan leher (THT KL) Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata mengatakan penggunaan earphone yang aman yakni volume maksimal 60% dan dipakai tidak lebih dari 60 menit dalam sehari.
"Rumusnya 60-60 yaitu volumenya 60% dalam waktu 60 menit sehari. Karena kalau terjadi lebih dari itu akan mengakibatkan gangguan
pendengaran," kata Krisna, dikutip Kamis (6/3).
Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono itu menjelaskan paparan suara dengan volume tinggi dalam durasi yang lama dapat mengganggu pembuluh darah ke arah koklea sehingga berisiko menyebabkan kerusakan dari sel-sel rambut di telinga bagian dalam.
Selain itu, paparan suara keras juga bisa menimbulkan gangguan gendang telinga.
"Apabila terlalu keras kan jadi tekanannya tinggi. Jadi seperti terjadi ruptur gendang telinga atau gendang telinganya robek," ujarnya.
Krisna menganjurkan pengguna earphone mengistirahatkan telinga setelah melewati waktu pemakaian maksimal.
Dia juga merekomendasikan untuk menjalani hari tenang atau hari tanpa pemakaian earphone.
Ia menyebutkan sejumlah gejala dari gangguan pendengaran antara lain suara terdengar lebih pelan, telinga berdenging apabila mendengar suara keras, sulit mendengar kata dengan huruf konsonan.
"Kemudian juga jadi salah tangkap. Jadi kalau ada yang bicara jadi tidak nyambung, jadi salah tangkap gitu. Kemudian juga mengulang kata, yang kita ajak bicara dia suruh mengulang lagi kata-katanya," imbuh dia.
Krisna menganjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT apabila merasakan gejala-gejala tersebut.
"Jadi di rumah sakit sekarang sudah tersedia audiometri untuk memeriksa pendengaran. Karena dengan audiometri itu nanti terjadi screening pendengaran. Jadi screening pendengaran itu memang lebih dini lebih baik," pungkas Krisna. (Ant/Z-1)
Telinga sendiri terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni telinga luar, tengah dan dalam yang masing-masing memiliki fungsinya.
Paparan suara yang sangat keras seperti dari speaker sound horeg bisa langsung merusak sel-sel rambut halus di koklea atau rumah siput.
Peneliti menemukan ikan zebera memiliki kemampuan regenerasi sel rambut sensorik, sel halus di telinga.
Penggunaan earphone dalam waktu yang lama dengan volume kencang biasanya dilakukan untuk mendengarkan musik.
Telinga kanan berdenging dalam Islam? Temukan makna spiritual, pertanda baik atau buruk, dan tafsir lengkapnya di sini!
OMSK adalah kondisi infeksi pada rongga telinga tengah ditandai adanya robekan lubang atau gendang telinga yang dapat menyebabkan keluar cairan dari liang telinga.
Suara yang sangat keras tidak hanya mengganggu telinga; paparan kebisingan di atas batas aman dapat merusak pendengaran secara permanen.
Penutupan kegiatan Wonder Voice of Indonesia sekaligus menjadi momentum lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Kemampuan utama seorang pengisi suara ada pada teknik dalam membawakan naskah agar terdengar hidup dan dapat menyampaikan pesan dengan tepat.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
NasDem perlu memperluas basis dukungan di Jawa, menyasar pemilih kelas menengah bawah, dan menjangkau generasi muda.
Paparan suara keras secara terus menerus dapat menyebabkan tinitus kronis atau telinga berdenging dan penurunan pendengaran secara progresif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved