Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Paru Wiwien Heru Wiyono menganjurkan pengidap asma untuk tetap membawa obat kemanapun meski asmanya sudah terkontrol sebagai antisipasi darurat.
"Dianjurkan kepada setiap pengidap asma agar tidak boleh lepas dari obat emergency yang berfungsi untuk menghilangkan sesak secara tiba-tiba," kata Wiwien dalam diskusi mengenai perawatan asma dalam memperingati Hari Asma Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (2/5).
Wiwien menjelaskan pengidap asma harus selalu membawa obat karena serangan asma tidak bisa diprediksi kapan timbulnya.
Baca juga: Polutan dari Kompor Gas Tingkatkan Risiko Asma pada Anak
Wiwien menyebutkan gejala asma yang umumnya menyerang adalah batuk, sesak napas, sesak dada, dan adanya bunyi mengi (suara siulan bernada tinggi saat menghembuskan napas).
"Semakin cepat pemberian obatnya maka semakin penderita tidak mengalami sesak yang diakibatkan oleh sempitnya saluran pernapasan," kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta itu.
Dokter yang juga praktik di RS. St. Carolus, Jakarta itu mengatakan walaupun asma yang diidap adalah asma kategori ringan, serangan yang datang bisa tiba-tiba berat hingga harus masuk unit penanganan intensif (ICU).
Baca juga: Seks Dapat Picu Asma Kambuh? Simak Penelitiannya
Ia menambahkan jika siapapun menemukan pengidap asma dalam kondisi darurat, harus tetap tenang dan jangan panik agar tidak berakibat fatal.
"Kalau berada di tempat ramai, pindahkan ke tempat yang sepi agar dia (pengidap asma) tenang, kalau panas, maka bawa ke tempat yang teduh," katanya.
Dokter yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu juga menganjurkan agar meletakkan tubuh pengidap asma dalam posisi duduk karena posisi tersebut adalah posisi terbaik jika terserang asma.
Hal itu dilakukan sembari meminta pertolongan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat yang memiliki alat bantu oksigen pernapasan, imbuhnya. (Ant/Z-1)
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Peneliti ungkap molekul pemicu peradangan asma yang selama ini tersembunyi. Penemuan ini membuka jalan bagi deteksi dini lewat tes urine dan pengobatan yang lebih tepat sasaran.
Kafein dalam kopi bersifat bronkodilator ringan, bantu meringankan gejala asma sementara. Namun, kopi bukan pengganti obat inhaler utama.
Tadinya dia tidak punya bakat asma, gara-gara kena RSV meski sudah sembuh, tapi jadi asma, terus sebentar-sebentar sakit.
Penelitian di jurnal JAMA mengungkap inhaler dosis terukur untuk asma dan PPOK menyumbang emisi gas rumah kaca signifikan akibat kandungan hidrofluoroalkana (HFA).
Penelitian menemukan bahwa paparan alergen anjing sejak dini dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik dan risiko asma yang lebih rendah.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved