Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis dewasa Tiara Puspita mengingatkan keterampilan yang dimiliki seorang karyawan, terutama keterampilan nonteknis (soft skill), perlu senantiasa dikembangkan seiring dengan naiknya jenjang karier.
Pengembangan keterampilan tersebut harus tetap dilakukan terlepas dari seseorang sudah bekerja selama bertahun-tahun dan merasa sudah menjadi orang yang ahli di bidangnya (expert).
"Walaupun seseorang sudah expert, tapi biasanya, apalagi kalau kita ngomongin soal karier-ada jenjang karier yang semakin lama semakin tinggi-dan kebutuhannya pun (keterampilan non-teknis) bisa berbeda," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu saat dihubungi, Senin (1/5).
Baca juga: Profesi Bidang IT Terkait Cybersecurity Diburu Perusahaan
Ketika jenjang karier semakin tinggi, kata Tiara, keterampilan nonteknis yang dibutuhkan justru semakin general atau bersifat lebih luas di samping penguasaan terhadap keterampilan teknis (hard skill) tertentu.
"Artinya, seseorang harus bisa menguasai tidak hanya area spesifik tertentu saja yang dia kuasai tetapi cara dia mengelola bawahan, atau mengelola tim, bagaimana dia memimpin sebuah tim, bagaimana dia berkomunikasi, dan sebagainya," kata dia.
Tiara juga mengingatkan keseimbangan antara keterampilan nonteknis dan keterampilan teknis harus disesuaikan dengan posisi terkini pada karyawan.
Baca juga: Pengertian Growth Mindset, Manfaat dan Penerapannya
Selain itu, jangan sampai seorang karyawan memandang keterampilan tersebut sebagai sesuatu yang ajek sehingga menyebabkan dirinya tidak berkembang.
"Kita mesti melihat posisi kita saat ini di mana. Kebutuhan kita saat ini apa. Dan tidak melihat itu menjadi suatu kebutuhan yang permanen, tetapi sesuatu yang dapat terus berubah seiring dengan berkembangnya karier kita," kata psikolog yang berpraktik di International Wellbeing Center itu.
Keterampilan nonteknis sendiri dibutuhkan untuk membantu seseorang meningkatkan kapasitas diri dan performa kerja.
Keterampilan ini juga dapat mencakup kemampuan karyawan mengelola atau meregulasi emosi, kemampuan berkomunikasi dengan atasan atau lingkungan kerja, kemampuan untuk bekerja dalam tim, hingga kemampuan menyelesaikan masalah atau menganalisa masalah.
Sementara keterampilan teknis terkait dengan kemampuan dasar karyawan yang secara spesifik pada bidang tertentu yang bisa dipelajari dan ditingkatkan melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Tiara juga mengingatkan pentingnya karyawan mengidentifikasi diri secara spesifik terhadap keterampilan non-teknis dan teknis yang dibutuhkan saat ini untuk mendukung jenjang karier. Dengan begitu, diharapkan karyawan dapat terus mengasah dan meningkatkan kedua keterampilan tersebut.
"Kita juga perlu spesifikasikan apa, sih, sebetulnya. Selama ini performa kita di area hard skill seperti apa, soft skill seperti apa, dan kira-kira apa yang sudah baik dan bisa kita tingkatkan. Atau misalnya masih kurang, apa yang perlu kita asah, nih, dari
kedua area tersebut," pungkas Tiara. (Ant/Z-1)
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved