Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN sukses di dunia bisnis, keluarga Tanoto juga memiliki rekam jejak panjang di dunia filantropi lewat Tanoto Foundation. Salah satu sepak terjang Tanoto Foundation ialah membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Dikutip dari buku “COVID-19, Merekam Jejak Perjalanan Indonesia Bangkit dari Serangan COVID-19”, yang diterbitkan Penerbit Buku KOMPAS (Januari 2023), pada awal serangan Covid-19, terjadi kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, maupun baju pelindung, khususnya untuk tenaga kesehatan (nakes).
Akibatnya, pada saat itu, banyak nakes yang tertular dan ikut menjadi korban saat merawat pasien Covid-19.
Baca juga : POGI-IDI Luncurkan Pedoman Terbaru Standar Perlindungan Dokter dan Nakes di Masa Pandemi
Minimnya pasokan APD produksi lokal membuat banyak negara kemudian berebut membeli APD ke Tiongkok yang merupakan produsen terbesar APD di dunia. Tingginya permintaan APD saat itu membuat harga melonjak hingga 7 kali lipat.
Apalagi, di Tiongkok sendiri, kebutuhan APD juga sedang tinggi-tingginya. Sehingga, selain harganya yang melonjak, APD juga susah didapat karena harus berebut dengan berbagai lembaga lain.
Berkat kegigihan, Tanoto Foundation akhirnya mampu mendapatkam 1 juta masker, 1 juta sarung tangan, 100 ribu baju pelindung, dan 3.000 kacamata pelindung. Namun, masalah muncul karena pada saat itu penerbangan internasional dari Tiongkok ke Indonesia sudah ditutup untuk meredam penyebaran Covid-19.
Baca juga : Persi: Kenaikan Angka BOR Makin Merambah ke Banyak Provinsi
Padahal, APD itu harus dikirim secepatnya ke Indonesia agar bisa digunakan nakes untuk melindungi diri saat merawat pasien COVID-19.
Akhirnya, melalui Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan Sukanto Tanoto dan istrinya, Tinah Bingei Tanoto, pun menyewa jet pribadi untuk membawa bantuan APD itu dari Nanchang Changbei International Airport.
"Bantuan APD itu tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada 3 April 2020. Bantuan APD Tanoto Foundation ini adalah bantuan APD pertama yang datang dari pihak non-pemerintah di awal pandemi Covid-19," ungkap buku tersebut
Baca juga : RS Puri Raharja Terima Bantuan Ribuan APD Dari PT Emtek
Banyaknya bantuan APD yang dibawa membuat jet pribadi itu harus dua kali bolak-balik dari Tiongkok ke Indonesia. Kapasitas jet pribadi yang terbatas akhirnya membuat Tanoto Foundation memutuskan untuk menyewa pesawat berbadan lebar Boeing 777-300 ER milik maskapai Garuda Indonesia.
Sepanjang pandemi Covid-19, Tanoto Foundation tercatat beberapa kali menyewa pesawat Garuda Indonesia untuk membawa masker, sarung tangan, baju pelindung, kaca mata pelindung, hingga konsentrator oksigen yang dibeli dari Tiongkok ke Indonesia.
"Bantuan itu selanjutnya diserahkan ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk disalurkan ke para nakes dan rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia. (RO/Z-5)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
KPK meyakini kerugian negara sebesar Rp319 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat perlindungan diri (APD) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bukan asal jiplak.
KPK membuka peluang memberikan penuntutan hukuman mati untuk tersangka kasus dugaan rasuah pengadaan alat perlindungan diri (APD).
Untuk mencegah terjangkit cacar monyet, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS EMC Cikarang, dr. Hadi Firmansyah, Sp. DVE, M.Kes membagikan beberapa tips mencegah cacar monyet,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengulik peran pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kasus dugaan rasuah pengadaan alat perlindungan diri (APD) di Kemenkes.
KPK mengisyaratkan segera menahan tersangka kasus dugaan rasuah pengadaan alat pelindung diri (APD) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
KPK membeberkan sumber anggaran pengadaan alat perlindungan diri (APD) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diduga dikorupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved