Minggu 19 September 2021, 20:45 WIB

POGI-IDI Luncurkan Pedoman Terbaru Standar Perlindungan Dokter dan Nakes di Masa Pandemi

Muhamamd Farhan Zhuhri | Humaniora
POGI-IDI Luncurkan Pedoman Terbaru Standar Perlindungan Dokter dan Nakes di Masa Pandemi

MI/Jam
Tenaga kesehatan keluar dari RSUD Loekmono Hadi Kudus

 

TIM Mitigasi Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia meluncurkan pedoman Standar perlindungan Dokter di Era Covid-19. Hal ini termasuk edisi ketiga dari rangkaian buku panduan yang telah diterbitkan sejak tahun lalu. 

Sekretaris Jendral PAPDI, Ketua Tim Penyusunan Buku Pedoman Protokol Perlindungan Nakes Tim Mitigasi PB IDI, Dr. Eka Ginanjar mengatakan, pedoman buku ini diharapkan menjadi seri terakhir dalam hal penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. 

"Pedoman standar perlindungan di era pandemi, mudah mudahan tidak menjadi ataupun berhenti penyebaran virus ini, walaupun positivty rate Indonesia 2 persen, kita tetap harus waspada," ujarnya dalam Pandemi Talks PP POGI secara virtual, Minggu (19/9). 

Adapun isi dalam panduan tersebut yakni, salah satunya bagaimana Hierarki yang paling efektif dalam pengendalian resiko transmisi infeksi yang seperti piramida terbalik. Pertama, yakni elminiasi, eliminasi sebagai salah satu cara paling efektif, seperti halnya menghilangkan sumber berbahaya secara fisik. 

Kedua subtitusi, mengganti sumber daya. Ketiga pengendalian teknik yakni mengisolasi orang orang dari sumber bahaya. 

Keempat pengendalian administratif, merubah kebiasaan kerja, dan yang paling tidak efektif yakni Alat Pelindung Diri. 

Baca juga : Cegah Perselisihan, RS dan Pasien Perlu Pahami Hak dan Kewajiban

"Jadi penggunaan APD ini sebenarnya yang paling tidak efektif, ini agar para dokter seluruh Indonesia bisa menjalankan pengendalian secara efektif," ungkapnya. 

Selain itu, berkenaan tentang booster vaksinasi untuk tenaga kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi yakni masih tingginya angka mortalitas dan kejadian infeksi meskipun telah mendapatkan vaksinasi. 

"Adanya varian Delta menjadi varian dominan, selain itu penggunaan vaksin moderna memiliki efikasi yang lebih baik, serta yang memilki efek samping yang minimal," pungkasnya. 

Ketua Umum POGI, Ari Kusuma Januarto mengatakan pentingnya peran POGI terhadap tatanan kehidupan baru layanan kesehatan reproduksi di Indonesia. 

Layanan kesehatan pascapandemi covid-19, fokus pada 5 kekuatan. Pertama value based helathcare, yakni berkenaan dengan kolaborasi, cara kerja baru, organisasi lincah dan transformasi strategis jangka panjang. Kedua siap akan disrupsi berlanjut, peran kepemimpinan dan manajemen. 

"Ketiga, layanan virtual, dukungan pemerintah integrasi layanan virtual, keempat, penggabungan layanan dan kelima Maksimalisasi Ekosistem Kesehatan," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Ist

President University Jalin Kerja Sama Pendidikan Profesi Advokat  

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 20:04 WIB
Kerja sama President University dan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) mewujudkan tuntutan profesionalitas para lulusan pendidikan...
Ist

Bamsoet Apresiasi MUI Raih SertifIkasi ISO dan Serukan Pertahankan MUI 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 19:54 WIB
Bamsoet mengapresiasi kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kembali berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 dari Worldwide...
MI/ Abdillah M Marzuqi

Ilham Habibie Maju dalam Pemilihan Waketum PII Periode 2021-2024

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 19:46 WIB
Ilham menilai PII sesuai dengan idealismenya dan memegang kunci mencapai visi Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya